BREAKING NEWS

Comments

Showing posts with label Tokoh. Show all posts
Showing posts with label Tokoh. Show all posts

Tuesday, December 29, 2015

James Robert Moffet (Jim Bob)

James Robert Moffet

Nama Lengkap : James Robert Moffet
Profesi              : -
Tempat Lahir    : Houma, Louisiana, AS
Warga Negara  : Amerika Serikat

Biografi :

James Robert Moffett atau lebih dikenal sebagai Jim Bob Moffet adalah Chairman sekaligus Co-Founder Freeport-McMoRan, Inc., salah satu perusahaan pertambangan terbesar di dunia. Jim Bob adalah anak seorang pekerja kilang minyak. Ayahnya meninggal saat Jim Bob berusia 5 tahun. Dia dan adiknya pindah ke Houston dengan ibu mereka, di mana ia melakukan pekerjaan sambilan untuk mendukung keluarga. Jim Bob kuliah di University of Texas di Austin lewat beasiswa football, di mana ia menjadi lulusan terbaik geologi pada tahun 1961. Dia kemudian melanjutkan untuk mendapatkan master dalam geologi dari Tulane. Setelah menerima gelar sarjana, ia bekerja di bisnis minyak dan gas sebagai seorang konsultan geologi di New Orleans.

Pada tahun 1969, Moffet Bersama dua koleganya mendirikan McMoran Oil & Gas. Pada 1981, Moffet mendorong merger McMoran Oil & Gas dan Freeport Minerals Company. Pada tahun 1981, Jim Bob mengatur merger dua perusahaan yang kemudian dikenal sebagai Freeport-McMoRan. Ini merupakan salah satu merger perusahaan terbesar dalam sejarah Wall Street. Pada akhir-1988, Freeport-McMoRan memperoleh tambang Grasberg, aset paling berharga perusahaan yang ada di Indonesia. Grasberg adalah salah satu tambang tembaga dan emas terbesar yang pernah ditemukan.

Jim Bob bakal melepas jabatannya sebagai Executive Chairman Freeport-McMoran di akhir tahun 2015. James Moffet beralih menjadi konsultan Freeport-McMoran. Salah satu tugasnya memberikan masukan terkait negosiasi perpanjangan kontrak Freeport di Indonesia.

Pendidikan :

1. Tulane University Master's Degree, Geology, 1963
2. The University of Texas System Bachelor's Degree, Geology, 1961
3. Honorary Degrees
4. University of New Orleans HON DOCTOR OF ECONOMICS, 1993
5. Graduate School of Banking at Louisiana State University HON DOCTOR OF SCIENCE, 1992

Karir :

1. Chairman Emeritus/Co-Founder Freeport-Mcmoran Inc, 12/2015-PRESENT
2. Chairman/Co-Founder Freeport-Mcmoran Inc, 7/2014-12/2015
3. President Commissioner PT Freeport Indonesia Co, 6/1992-12/2015
4. Chairman/Co-Founder Freeport-Mcmoran Copper & Gold, 2/2014-7/2014
5. Co-Chairman/President/CEO Mcmoran Exploration Co, 5/2010-2013
6. Co-Chairman Mcmoran Exploration Co, 11/1998-5/2010
7. Chairman/CEO/Co-Founder Freeport-Mcmoran Copper & Gold, 7/1995-12/2003
8. Co-Chairman Freeport-Mcmoran Sulphur Inc, 11/1997-11/1998
9. Co-Chairman Mcmoran Oil & Gas Co, 4/1994-11/1998
10. Chairman/CEO Freeport-Mcmoran Inc, 1984-1997
11. Chairman Freeport-Mcmoran Copper & Gold, 5/1992-7/1995
12. Chairman/CEO Mcmoran Oil & Gas Co, 1985-4/1994
13. President/CEO Mcmoran Oil & Gas Co, 1974-1985
14. Vice Chairman Freeport-Mcmoran Inc, 1981-1984
15. Co-Founder Mcmoran Oil & Gas Co, 1969-1974
16. Co-Chairman Freeport-McMoran Oil & Gas LLC, FORMER

Penghargaan :

1. AWARD, Norman Vincent Peale Award, 2000
2. AWARD, BOY SCOUTS OF AMERICA, 4/1995
3. MAN OF THE YEAR, 12/1993
4. PERSON OF THE YEAR, 1/1992
5. AWARD, Horatio Alger Assn of Distinguished Americans Award, 1990

Sunday, December 13, 2015

Beatrice Miller

BEATRICE MILLER at MTV Video Music Awards 2015 in Los Angeles
Sumber Fhoto : 

Beatrice Miller panggilan Bea iya berasal dari Amerika Serikat Maplewood, NJ. Sebelum bergabung dengan The X Factor, Miller bertindak dan melakukan pekerjaan suara sejak tahun 2009. Dia juga memberikan suara Molly dalam film Toy Story 3.

Sumber Fhoto : 

Fakta Fun :

Beatrice Miller mengikuti audisi untuk The X Factor season 2 dengan menyanyikan "Cowboy Take Me Jauh" oleh Dixie Chicks dan kemudian selamat boot camp dan berhasil sampai ke live show sebagai bagian dari tim hakim Britney Spears '. Beatrice dilakukan untuk pertama kalinya pada pertunjukan live menyanyikan "Aku tidak akan Give Up" oleh Jason Mraz.. Sehingga sampai minggu berikutnya, Beatrice Miller menyanyikan "Iris" selama tema film malam. Untuk diva minggu penyanyi menyanyikan "Waktu setelah waktu." Itu selama seminggu bahwa 10 Top dilakukan bahwa Beatrice Miller dikirim pulang. Dia bernyanyi untuk saudara kembarnya, "Chasing Cars." Malam berikutnya ia tampil untuk menyimpan melawan CeCe Frey dan hilang.Lihat kembali perjalanan Beatrice Miller di The X Factor season 2. Filmografi The X Factor, Season 2.

Quotes : 

"Akulah skater gadis punky. Aku seorang pemberontak tanpa alasan, selalu telah, akan selalu. Saya suka menonjol dan berbeda, menjadi bro di dunia gadis."

Wednesday, December 2, 2015

President World Bank


Dr. Jim Yong Kim Lahir tahun 1959 di Seoul, Korea Selatan. Kemudian pindah ke Amerika Serikat bersama keluarganya pada usia 5 (lima) tahun. Dibesarkan di kota  Muscatine, negara bagian Lowa. Ia lulus dari Brown University pada tahun 1982, dengan gelar magna cum laude, dilanjuti dengan meraih gelar doktor medis dari Harvard Medical School pada tahun 1991. Sebelum kemudian meraih gelar Ph.D.dibidang antropologi dari Harvard University pada tahun 1993. Ia menikah dengan seorang dokter anak, Dr. Younsook Lim, dan keduanya memiliki dua anak laki-laki.

Dr. Jim Yong Kim pernah meraih gelar MacArthur “Genius” Fellowship (2003). Masuk daftar "25 Pemimpin Terbaik" di Amerika Serikat versi US News & World Report (2005). Serta, masuk daftar "100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia" versi majalah TIME (2006). Pada tahun 2004 ia diangkat menjadi anggota Institute of Medicine of the National Academy of Sciences. Salah-satu gelar tertinggi yang dapat diraih dibidang kesehatan dan medis. Sebagai pengakuan atas komitmen dan prestasi-prestasi profesionalnya dibidang kesehatan. Ia juga banyak menghasilkan publikasi dalam dua dekade terakhir, menulis untuk berbagai jurnal akademis ternama, termasuk New England Journal of Medicine, Lancet, dan Science.

Dr. Jim Yong Kim dikenal sebagai salah satu pendiri lembaga Partners in Health dan mantan direktur departemen HIV/AIDS di World Health Organization. Ia juga pernah  menjadi ketua umum Departemen Kesehatan Global dan Pengobatan Sosial di Harvard Medical School, ketua divisi Kesetaraan Kesehatan Global di Brigham and Women’s Hospital, serta direktur Pusat Kesehatan dan Hak Asasi Manusia François Xavier Bagnoud di Harvard School of Public Health.

Dr. Jim Yong Kim kemudian diangkat menjadi president World Bank pada tanggal 01 Juli 2012 yang dipilih langsung oleh Dewan Eksekuti World Bank.

Sumber : 

http://www.worldbank.org/in/news/press-release/2012/04/16/world-bank-executive-directors-select-dr-jim-yong-kim-12th-president-of-the-world-bank-group

Wednesday, July 30, 2014

Sekjend PBB (Ban Ki-Moon)

Ban Ki-Moon lahir 13 Juni 1944, Beliau adalah Pemimpin Sekretaris-Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa kedelapan, setelah menggantikan Kofi Annan pada tahun 2007. Sebelum menjadi Sekretaris Jenderal PBB, Ban adalah seorang diplomat di Korea Selatan di Departemen Luar Negeri dan berkarier di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dia memasuki pelayanan diplomatik pada tahun ia lulus dari universitas, menerima tugas pertama di New Delhi, India.

Pada 13 Oktober 2006, Ban ki-moon terpilih menjadi Sekretaris Jenderal kedelapan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pada tanggal 1 Januari 2007, ia melanjutkan kesuksesan Annan, dan memimpin beberapa reformasi utama pemeliharaan perdamaian. Beberapa bentuk Diplomasi yang dilakukan beliau adalah, Ban meberikan pandangan kuat mengenai Darfur, dimana ia berdiplomasi dengan Presiden Sudan Omar al-Bashir untuk mengizinkan pasukan penjaga perdamaian untuk masuk ke Sudan; Permasalahan pemanasan global, menekan permasalahan tersebut dengan mantan Presiden Amerika Serikat George W. Bush.

Masa Kecil dan pendidikan

Ban ki-moon lahir di Eumseong di sebuah desa pertanian kecil di Chungcheong Utara, pada tahun 1944. Keluarganya pindah ke kota terdekat Chungju, di mana ia dibesarkan. Ban semasa kanak-kanak, ayahnya memiliki bisnis pergudang, tetapi pergudang bangkrut dan keluarga kehilangan penghasilan utamanya untuk melanjutkan kehidupan yang berkecukupan. Ketika Ban berusia enam tahun, keluarganya melarikan diri ke sebuah gunung terpencil selama Perang Korea. Setelah perang berakhir, keluarganya kembali ke Chungju.

 Di sekolah menengah (Chungju High School), Ban ki-moon menjadi bintang kelas, terutama dalam studi bahasa Inggris. Menurut cerita setempat, Ban setiap hari berjalan 6 mil (9.7 km) ke pabrik pupuk untuk berlatih bahasa Inggris dengan penasehat pabrik yang berasal dari Amerika. Pada tahun 1952, ia dipilih oleh sekolah untuk menulias pesan kepada Sekretaris Jenderal PBB Dag Hammarskjöld, tetapi beliau tidak pernah tahu apakah pesan yang pernah dikirim sampai atau tidak. Pada tahun 1962, Ban memenangkan kontes esai yang disponsori oleh Palang Merah dan mendapat pendidikan ke Amerika Serikat di mana ia tinggal di San Francisco dengan keluarga angkat selama beberapa bulan. Sebagai bagian dari pendidikan, Ban bertemu dengan Presiden Amerika Serikat John F . Kennedy. Ketika seorang jurnalis bertanya pada Ban, apa yang ia inginkan ketika ia tumbuh dewasa, ia berkata, “Aku ingin menjadi seorang diplomat.”

 Di sekolah menengah (Chungju High School), Ban ki-moon menjadi bintang kelas, terutama dalam studi bahasa Inggris. Menurut cerita setempat, Ban setiap hari berjalan 6 mil (9.7 km) ke pabrik pupuk untuk berlatih bahasa Inggris dengan penasehat pabrik yang berasal dari Amerika. Pada tahun 1952, ia dipilih oleh sekolah untuk menulias pesan kepada Sekretaris Jenderal PBB Dag Hammarskjöld, tetapi beliau tidak pernah tahu apakah pesan yang pernah dikirim sampai atau tidak. Pada tahun 1962, Ban memenangkan kontes esai yang disponsori oleh Palang Merah dan mendapat pendidikan ke Amerika Serikat di mana ia tinggal di San Francisco dengan keluarga angkat selama beberapa bulan. Sebagai bagian dari pendidikan, Ban bertemu dengan Presiden Amerika Serikat John F . Kennedy. Ketika seorang jurnalis bertanya pada Ban, apa yang ia inginkan ketika ia tumbuh dewasa, ia berkata, “Aku ingin menjadi seorang diplomat.”

Karir

Pada Februari 2006, Ban ki-moon menyatakan pencalonannya untuk menggantikan Kofi Annan sebagai Sekretaris Jenderal PBB pada akhir 2006. Meskipun Ban adalah orang pertama yang mengumumkan pencalonannya, ia awalnya tidak dianggap sebagau lawan yang serius.

Selama periode di mana jajak pendapat ini terjadi, Ban membuat pidato utama Asia Society dan Dewan Hubungan Luar Negeri di New York. Untuk dapat dikonfirmasi, Ban tidak hanya membutuhkan untuk memenangkan dukungan dari masyarakat diplomatik , tetapi juga untuk dapat menghindari hak veto dari salah satu dari lima anggota tetap Dewan: People’s Republic of China, Perancis, Rusia, Kerajaan Inggris, dan Amerika Serikat. Ban sangat populer di Washington karena telah mendorong untuk mengirim pasukan Korea Selatan ke Irak. Namun, Ban juga menentang beberapa posisi US: ia menyatakan dukungan untuk Pengadilan Kriminal Internasional dan mendukung sepenuhnya pendekatan non-konfrontatif untuk berurusan dengan Korea Utara. Ban mengatakan selama kampanye bahwa ia ingin mengunjungi Korea Utara secara pribadi dan bertemu dengan Kim Jong-il secara langsung. Ban dipandang sebagai kontras dari Kofi Annan, yang dianggap sebagai karismatik, namun dianggap sebagai manajer yang lemah karena masalah seputar PBB minyak-untuk-program makanan di Irak.

Ban ki-moon juga berjuang untuk memenangkan persetujuan dari Perancis. Biografi resminya menyatakan bahwa ia berbicara dalam bahasa Inggris dan Perancis, dua bahasa kerja dari Sekretariat PBB. Dia telah berulang kali berusaha untuk menjawab pertanyaan dalam bahasa Perancis dari wartawan. Ban mengakui keterbatasan berulang kali di perancis, tetapi diplomat Perancis meyakinkan bahwa ia ditujukan untuk melanjutkan studi.

Pada akhir jajak pendapat informal pada 2 Oktober, Ban ki-moon menerima baik empat belas suara dan satu abstain dari lima belas anggota Dewan Keamanan.. Setelah pemungutan suara, Shashi Tharoor, yang selesai kedua, menarik pencalonannya dan Cina Perwakilan Tetap untuk PBB mengatakan kepada wartawan bahwa “itu cukup jelas dari polling hari ini bahwa Menteri Ban Ki-moon adalah calon Dewan Keamanan akan merekomendasikan kepada Majelis Umum.”

Pada tanggal 9 Oktober, Dewan Keamanan secara resmi memilih Ban sebagai calon. Dalam suara publik, ia didukung oleh semua 15 anggota dewan. Pada 13 Oktober, 192 anggota Majelis Umum mengangkat Ban sebagai Sekretaris Jenderal.

Keluarga

Ban Ki-moon bertemu Yoo Soon-Taek pada tahun 1962 ketika semasa SMA. Ban berusia 18 tahun, dan Yoo Soon-Taek adalah ketua persatuan pelajar SMA. Ban Ki-moon menikah Yoo Soon-Taek pada tahun 1971. Mereka memiliki tiga anak dewasa: dua anak perempuan dan seorang putra. Putri sulungnya, Seon-yong (lahir 1972), bekerja untuk Yayasan Korea di Seoul. Putranya, Woo-hyun (lahir 1974) menerima gelar MBA dari Anderson School of Management di Universitas California, Los Angeles dan bekerja untuk sebuah perusahaan investasi di New York. Putri bungsunya, Hyun-hee (lahir 1976), adalah petugas lapangan untuk UNICEF di Nairobi, Kenya. Setelah terpilih sebagai Sekretaris Jenderal, Ban menjadi ikon di kota kelahirannya, dimana keluarga masih tinggal. Lebih dari 50.000 berkumpul di sebuah stadion sepak bola di Chungju untuk perayaan hasil pemungutan.

Referensi :

- http://info-biografi.blogspot.com/2010/03/biografi-ban-ki-moon-pemimpin-pbb.html

Monday, June 30, 2014

Pemikiran Thomas Khun


Sebutan paradigma pada masa sebelumnya belum terlalu nampak mencolok namun setelah Thomas Khun memperkenalkannya melalui bukunya yang berjudul “The Structure of Scientific Revolution”, University of Chicago Press, Chicago,1962. menjadi begitu terkenal yang membicarakan tentang Filsafat Sains. Khun menjelaskan bahwa Paradigma merupakan suatu cara pandang, nilai-nilai, metode-metode,prinsip dasar atau memecahkan sesuatu masalah yang dianut oleh suatu masyarakat ilmiah pada suatu tertentu. Apabila suatu cara pandang tertentu mendapat tantangan dari luar atau mengalami krisis, kepercayaan terhadap cara pandang tersebut menjadi luntur, dan cara pandang yang demikian menjadi kurang berwibawa, pada saat itulah menjadi pertanda telah terjadi pergeseran paradigm. Fungsi dari Paradigma menyediakan puzzle bagi para ilmuwan. Paradigma sekaligus menyediakan alat untuk solusinya. Ilmu digambarkan oleh Thomas Kuhn sebagai sebuah kegiatan menyelesaikan puzzle.Thomas Kuhn pertamakali menggunakannya dalam sains, menunjukkan bahwa penelitian ilmiah tidak menuju ke kebenaran. Penelitian ilmiah sangat tergantung pada dogma dan terikat pada teori yang lama. Dalam pemikiran Kuhn paradigma secara tidak langsung mempengaruhi proses ilmiah dalam empat cara dasar. Yaitu: Apa yang harus dipelajari dan diteliti, Pertanyaan yang harus ditanyakan, Struktur sebenarnya dan sifat dasar dari pertanyaan itu, Bagaimana hasil dari riset apapun diinterpretasikan. Kuhn mempercayai bahwa ilmu pengetahuan memiliki periode pengumpulan data dalam sebuah paradigma. Revolusi kemudian terjadi setelah sebuah paradigma menjadi dewasa. Paradigma mampu mengatasi anomali. Beberapa anomali masih dapat diatasi dalam sebuah paradigma. Namun demikian ketika banyak anomali-anomali yang mengganggu yang mengancam matrik(acuan) disiplin maka paradigma tidak bisa dipertahankan lagi. Ketika sebuah paradigma tidak bisa dipertahankan maka para ilmuan bisa berpindah ke paradigma baru. Ketika berada pada periode pengumpulan data maka ilmu pengetahuan mengalami apa yang dikatakan perkembangan ilmu biasa. Dalam perkembangan ilmu biasa sebuah ilmu pengetahuan mengalami perkembangan. Ketika Paradigma mengalami pergeseran maka itu disebut masa revolusioner. Ilmu dalam tahap biasa bisa dikatakan sebagai pengumpulan yang semakin banyak dari solusi Puzzle. Sedangkan pada tahap revolusi ilmiah terdapat revisi dari kepercayaan ilmiah atau praktek.


Paradigma SAINS yang NORMAL

Thomas Samuel Kuhn (1922-1996) setelah menulis panjang lebar tentang sejarah ilmu pengetahuan, dan mengembangkan beberapa gagasan penting dalam filsafat ilmu pengetahuan. Ia paling terkenal karena bukunya The Structure of Scientific Revolutions di mana ia menyampaikan gagasan bahwa sains tidak "berkembang secara bertahap menuju kebenaran", tapi malah mengalami revolusi periodik yang dia sebut pergeseran paradigma. Analisis Kuhn tentang sejarah ilmu pengetahuan menunjukkan kepadanya bahwa praktek ilmu datang dalam tiga Tahapan; yaitu: Tahap Pra-ilmiah, yang mengalami hanya sekali dimana tidak ada konsensus tentang teori apapun. penjelasan Fase ini umumnya ditandai oleh beberapa teori yang tidak sesuai dan tidak lengkap. Akhirnya salah satu dari teori ini "menang". Normal Science. Seorang ilmuwan yang bekerja dalam fase ini memiliki teori override (kumpulan teori) yang oleh Kuhn disebut sebagai paradigma. Dalam ilmu pengetahuan normal, tugas ilmuwan adalah rumit, memperluas, dan lebih membenarkan paradigma. Akhirnya, bagaimanapun, masalah muncul, dan teori ini diubah dalam ad hoc(khusus) cara untuk mengakomodasi bukti eksperimental yang mungkin tampaknya bertentangan dengan teori asli. Akhirnya, teori penjelasan saat ini gagal untuk menjelaskan beberapa fenomena atau kelompok daripadanya, dan seseorang mengusulkan penggantian atau redefinisi dari teori ini. Pergeseran Paradigma, mengantar pada periode baru ilmu pengetahuan revolusioner. Kuhn percaya bahwa semua bidang ilmiah melalui pergeseran paradigma ini berkali-kali, seperti teori-teori baru menggantikan yang lama. 


Anomali Munculnya Penemuan SAINS

Penemuan baru bukanlah peristiwa-peristiwa terasing, melainkan episode-episode yang diperluas dengan struktur yang berulang secara teratur. Penemuan diawali dengan kesadaran akan anomali, yakni dengan pengakuan bahwa alam dengan suatu cara telah melanggar pengharapan yang didorong oleh paradigma yang menguasai sains yang normal. Kemudian ia berlanjut dengan eksplorasi yang sedikit banyak diperluas pada wilayah anomali. Dan ia hanya berakhir jika teori atau paradigma itu telah disesuaikan sehingga yang menyimpang itu menjadi yang diharapkan. Jadi, intinya bahwa dalam penemuan baru harus ada penyesuaian antara fakta dengan teori yang baru. Dari teori ini Thomas Kuhn memberikan definisi yang berbeda antara discovery dan invention. Yang dimaksud discovery adalah kebaruan faktual (penemuan), sedang invention adalah kebaruan teori (penciptaan) yang mana keduanya saling terjalin erat satu sama lain.

Revolusi Sebagai Perubahan Pandangan Atas Dunia

Para sejarahwan menyatakan bahwa jika paradigm-paradigma berubah, maka dunia sendiri berubah bersamanya, dengan hal tersebut para ilmuwan mengunakan pedoman-pedoman yang baru dan menoleh ke tempat-tempat atau lokasi yang baru. Yang lebih tinggi lagi atau lebih luas dan ini akan menjadikan pandangannya yang asing. Perubahan-perubahan seperti ini ternyata begitu berpengaruh. Disini yang perlu diperhatikan yaitu selama proses revolusi, para ilmuwan melihat hal-hal baru dan berbeda dengan ketika menggunakan instrument-instrument yang sangat dikenalnya untuk melihat tempat-tempat yang pernah dilihatnya. Seakan-akan masyarakat profesional itu tiba-tiba dipindahkan ke daerah lain dimana objek-objek yang sangat dikenal sebelumnya tampak dalam penerangan yang berbeda dan juga berbaur dengan objek-objek yang tidak dikenal. Kalaupun ada ilmuwan atau sebagian kecil ilmuwan yang tidak mau menerima paradigma yang baru sebagai landasan risetnya, dan ia tetap bertahan pada paradigma yang telah dibongkar yang sudah tidak mendapat legitimasi dari masyarakat sains, maka aktifitas-aktifitas risetnya hanya merupakan taitologi yang tidak nermanfaat sama sekali. Inilah yang dinamakan perlunya revolusi ilmiah. Menurut Kuhn, secara manusiawi maka seseorang tidak akan mau untuk menjatuhkan teori yang dibangunnya sendiri, tetapi justru akan mempertahankannya sehingga munculah silang pendapat dan polemik. karena teori itu bukan dilemahkan oleh fakta-fakta. Setelah suatu revolusi sains, banyak pengukuran dan manipulasi yang lama menjadi tidak relevan dan diganti dengan yang lain. Akan tetapi, perubahan-perubahan seperti ini tidak menyeluruh. Apapun yang kemudian dapat dilihatnya, yang dipandang oleh ilmuwan setelah revolusi masih tetap dunia itu juga. Selain itu, meskipun ia telah menggunakan mereka dengan cara yang berbeda, banyak dari bahasanya dan sebagian besar dari instrumen tempat penelitiannya masih sama dengan sebelumya. Akibatnya pada waktu revolusinya, tanpa kecuali, mencakup banyak manipulasi yang sama, di selanggarakan dengan instrumrn-instrumen yang sama , dan dilukiskan dengan peristilahan yang sama dengan pendahulunya dari masa sebelum revolusi. Jika manipulasi-manipulasi yang kekal ini telah berubah semuannya, maka perubahan ini harus terdapat pada hubungan mereka dengan paradigma atau pada hasil-hasil mereka yang kongkret.

Pemecahan Revolusi

Bahwa kita sudah melihat beberapa alasan mengapa para pendukung paradigm yang bersaingan mesti gagal dalam membuat bentuk yang lengkap dan sesuai dengan sentral satu sama yang lain. Secara kolektif alasan-alasan ini telah digambarkan sebagai tradisi-tradisi sains normal sebelum dan pada saat revolusi yang tidak dapat di bandingkan. Pertama-tama para pendukung paradigm akan berkompentisi akan sering tidak sepakat tentang daftar masalah yang harus dipecahkan oleh setiap calon paradigm. Standarnya mereka dalam paradigmanya tidak sama, Sebagai contoh: misalnya mengenai perdebatan antara pendukung Aristoteles dengan pendukung Galileo dalam melihat benda berayun. Aristoteles membuat teori bahwa benda berayun itu hanyalah jatuh dengan kesulitan karena tertahan oleh rantai. Sedang Galileo memandang benda yang berayun itu dari sisi pendulumnya. Bagaimanapun, yang terlibat lebih dari pada tidak bisa dibanding-bandingkannya standar-standar. Karena paradigm-paradigma baru dilahirkan dari yang lama, mereka biasanya menggunakan banyak kosakata dan peralatan, baik konseptual maupun manipulative, yang sebelumnya telah digunakan oleh paradigm-paradigma tradisional. akan tetapi mereka, jarang menggunakan unsur-unsur pinjaman ini dengan cara yang benar-benar tradisional. Dalam paradigm yang baru, istilah, konsep, dan eksperimen lama masuk kedalam hubungan-hubungan baru satu sama lain. Dalam pemilihan paradigma tidak ada standar baku melainkan hanyalah menyesuaikan diri terhadap persetujuan masyarakat. Adanya revolusi sains dengan berbagai teori argumentatifnya akan membentuk masyarakat sains. Oleh karena itu, permasalahan paradigma / munculnya paradigma baru sebagai akibat dari revolusi sains tiada lain hanyalah sebuah konsensus atau kesepakatan yang sangat ditentukan oleh retorika di kalangan akademisi atau masyarakat itu sendiri. Sejauh mana paradigma baru itu diterima oleh mayoritas masyarakat sains, maka disitulah revolusi sains (revolusi ilmiah) akan terwujud.

Pengertian Paradigma dan Perkembangan dalam Pendidikan

Kata Paradigma dalam bahasa Inggris adalah "paradigm" yang berarti “model” Sedangkan Barker menyatakan bahwa kata "paradigma" berasal dari bahasa Yunani yaitu "Paradeigma", yang juga berarti model, pola, dan contoh. Menurut istilah, Adam Smith mendefinisikan paradigma sebagai cara kita memahami kehidupan, seperti air bagi ikan. William Harmon menulis bahwa paradigma adalah cara yang mendasar dalam memahami, berfikir, menilai, dan cara mengerjakan sesuatu yang digabungkan dengan visi tentang kehidupan tertentu. Sedangkan Barker sendiri mendifinisikan paradigma sebagai seperangkat peraturan dan ketentuan (tertulis maupun tidak) yang melakukan dua hal: (1) ia menciptakan atau menentukan batas-batas; dan (2) ia menjelaskan kepada anda cara untuk berperilaku di dalam batas-batas tersebut agar menjadi orang yang berhasil. Dari beberapa definisi yang dikemukakan di atas, tampaklah bahwa paradigma adalah cara dan pola yang mendasari pemahaman, penilaian, peraturan, dan pedoman dalam mengerjakan sesuatu. Jadi, "paradigma baru" berarti cara atau pola baru dalam melakukan sesuatu. Paradigma ilmu dirumuskan oleh Kuhn sebagai kerangka teoritis, atau suatu cara memandang dan memahami alam, yang telah digunakan oleh komunitas ilmuwan sebagai pandangan dunianya. Paradigma ilmu ini berfungsi sebagai lensa, sehingga melalui lensa ini para ilmuwan dapat mengamati dan memahami masalah-masalah ilmiah dalam bidang masing-masing dan jawaban-jawaban ilmiah terhadap masalah-masalah tersebut. Paradigma diartikan sebagai alam disiplin intelektual, yaitu cara pandang seseorang terhadap diri dan lingkungannya yang akan memengaruhinya dalam berpikir (kognitif), bersikap (afektif), dan bertingkah laku (konatif). Paradigma juga dapat berarti seperangkat asumsi, konsep, nilai, dan praktek yang diterapkan dalam memandang realitas kepada sebuah komunitas yang sama, khususnya, dalam disiplin intelektual. Sehingga paradigma pendidikan adalah suatu cara memandang dan memahami pendidikan, dan dari sudut pandang ini kita mengamati dan memahami masalah-masalah pendidikan yang dihadapi dan mencari cara mengatasi permasalahan tersebut. Dalam ilmu sosial, menurut Ritzer dan tiga paradigma. Pertama, paradigma fakta sosial yang berakar pada pemikiran Emile Durkheim sehingga juga populer disubut dengan Perspektif Durkheimian. Paradigma ini mendasar kan pada filsafat positime dari Auguste Comte yang menyatakan segala seauatu serba terukur dan berkembang mengikuti hukum sebab akibat. Kehidupan ini lalu di bangun menggunakan hukum dan logika ‘jika-maka’. Tidak ada gejala yang tidak bisa di jelaskan. Gejala yang tidak bisa di ukur dan tidak bisa di jelaskan, diartikan sebagai tidak ada. Dalam pradigma fakta sosial, tindakan seseorang di asumsikan merupakan fungsi dari sistem atau struktur dalam masyarakat. Mereka lalu mempertanyakan fungsi elemen-elemen dalm sistem atau struktur tersebut. Elemen tersebut harus memiliki fungsi dan harus memiliki dan memberi sumbangan bagi upaya membangun harmoni. Pendidikan sebagai elemen dalam masayrakat misalnya, harus memiliki sumbangn terhadap pemacahan masalah yang di hadapi masyarakat, dan membantu menciptakan keseimbangan. Mereka yang berfikir sistemik seperti ini disebut Ritzer sebagai penganut paradigma fakta sosial. Fakta sosial yang di maksud tiada lain adalah suatu yang bersifat eksternal di luar individu dan bersifat memaksa individu, untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Tradisi aturan, hukum, sebagai kesepakatan, struktur sosial, kesemua itu berada di luar dan memaksa individu untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. Kedua, paradigma definisi sosial. Dalam paradigma yang berakar dari gagsan Max Weber ini berangkat dari asumsi dasar yang mengatakan bahwa tindakan seseorang bukan karena faktor dari luar, melainkan datang dari dorongan diri sendiri. Tradisi atau budaya yang berkembang di lingkungannya bukan sebagai pendorong seseorang melakukan tindakan. Tindakan seseorang merupakan hasil dari keinginan, motivasi, harapan,nilai-nilai serta berbagai bentuk penafsiran manusia sebagai individu terhadap dunia dimana ia hidup. Pemikiran inilah yang disubut Ritzer sebagai paradigma definisi sosial. Individu bertindak atas dasar devinisi atau pemaknaan yang diberikn atas sesuatu. Oleh karena itu tidak seperti penganut paradigma fakta sosial yang mengatakan individu produk masyarakat, maka dalam paradigama definisi sosial justru masyarakat dipandan sebagai hasil dari tindakan dan penafsiran individu atas dunianya. Pertanyaan yang di anjurkan biasanya adalah bagaimana seseorang menafsirkan dan memahami sebuah fenomena. Ketiga, paradigma pertukaran sosial. Paradigma ini muncul dari gagasan skinner. Dalam hal ini seperti paradigma fakta sosial, individu bertindak berdasarkan stimulus dari luar. Namun tidak seperti paradigma fakta sosial yang memendang faktor struktual atau system yang menjadi acuan tindakan seseorang, maka menurut paradigma memandang siapa mendapat apa. Mereka berasumsi bahwa stimulus yang bagus akan menghasilkan respon yang bagus pula. Sebaliknya stimulus yang buruk kan menghasilkan respon yang buruk pula. Paradigma sosial yang di gagas Ritzer tersebut juga berkembang dalam pemikiran tentang pengembangan model pendidikan. Model pengembangan pendidikan itu termasuk berimplikasi terhadap pola pengembangan kurukulium dan silabi, kepemimpinan, menejemen sumber daya, pengelolaan kelas dan tentu juga strategi pembelajaran, disamping cara-cara melakukan evaluasi pendidikan. Paradigma prilaku sosial mendasarkan pada perspektif pertukaran dalam pendidikan kemudian melahirkan model behavioristik. Sementara itu paradigma perilaku sosial melahirkan model konstruktivistik dalam pendidikan.

Daftar Pustaka
· http://gadogadozaman.blogspot.com/2012/12/teori-revolusi-paradigma-thomas-kuhn.html
· http://muhammadalisunan.blogspot.com/2012/06/paradigma-pendidikan.html
· Thomas S.Kuhn, The Structure of Scientific Revolutions, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2002).
· Ziauddin Sardar, Thomas Kuhn Dan Perang Ilmu, (Yogyakarta:Penerbit Jendela, 2002).

Monday, February 3, 2014

Aung San Suu Kyi

{mosimage} Aung San Suu Kyi (dibaca Aung Sawn Su Chee) adalah salah satu tokoh pembebasan dan anti kekerasan yang terkenal di dunia, ia telah menjadi tokoh pejuang demokrasi bagi rakyat Burma (sekarang Myanmar) sejak tahun 1988. Suu Kyi lahir pada tanggal 19 Juni 1945, anak kedua dari 3 bersaudara, adiknya meninggal karena tenggelam pada usia sangat muda sedangkan kakaknya akhirnya menetap dan menjadi warga negara Amerika di San Diego California.
Pada tanggal 19 Juli 1947 pada saat Suu Kyi berumur 2 tahun ayahnya dibunuh, Ibunya kemudian menjadi tokoh gerakan sosial yang ternama, memimpin sebuah badan perencanaan dan kebijakan sosial . Pada tahun 1960 Ibunya pergi ke India menemui Duta Besar Burma untuk India dan sejak saat itulah Suu Kyi melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah dan Perguruan Tinggi Shri Ram. Kemudian pada tahun 1964 ia melanjutkan pendidikan di Universitas Oxford dan memperoleh gelar B.A di bidang Filsafat, Politik dan Ekonomi pada tahun 1967.
Selama di Inggris, Suu Kyi tinggal bersama kedua orang tua angkatnya bangsawan Lord Gore-Booth mantan duta besar Inggris untuk Burma dan Komite Tinggi di India dan istrinya. Selama tinggal dengan orang tua angkatnya inilah Aung San Suu Kyi berkenalan dengan Michael Aris seorang mahasiswa yang mengambil jurusan Peradaban Tibet, seorang yang kelak menjadi suaminya. Pada tahun 1969 Suu Kyi kembali melanjutkan studinya ke New York dan tinggal bersama sahabat keluarga mereka yang bernama Ma Than E, seorang staff di PBB yang pada saat itu dipimpin oleh U Thant dari Burma.

Setelah menyelesaikan pendidikannya Suu Kyi bergabung di Sekretariat PBB sebagai asisten sekretaris, komite penasehat administrasi dan keuangan. Pada sore hari dan akhir pekan Suu Kyi menjadi relawan di salah satu rumah sakit, membantu pasien-pasien yang berasal dari keluarga miskin untuk mengajarkan mereka membaca dan persahabatan. Pada tanggal 1 Januari 1972 Michael Aris dan Aung San Suu Kyi menikah, kemudian Suu Kyi mendampingi suaminya pergi ke Bhutan untuk menjadi pengajar bagi keluarga Kerajaan Bhutan di pegunungan Himalaya dan memimpin Departemen Penerjemah sementara Suu Kyi bekerja sebagai peneliti pada kementerian luar negeri Kerajaan Bhutan.
Tahun 1973 mereka kembali ke London untuk melahirkan putra pertama; Alexander, kesempatan ini juga dimanfaatkan Michael Aris untuk memperdalam pendidikannya di bidang Kajian Tibet dan Himalaya di Oxford University. Putera kedua pasangan ini, Kim lahir pada tahun 1977 dan pada masa inilah Suu Kyi mulai menulis, meneliti Biografi Ayahnya dan mendampingi suaminya melakukan kajian-kajian tentang Himalaya. Dari hasil riset terhadap biografi ayahnya inilah Suu Kyi pada tahun 1984 menerbitkan sebuah buku berjudul “Aung San” di sebuah seri pemimpin Asia yang diterbitkan oleh lembaga penerbit Universitas Queensland. Untuk bacaan kaum muda, Suu Kyi menerbitkan buku “Let’s Visit Burma” juga buku mengenai Nepal dan Bhutan pada seri yang sama yang diterbitkan oleh perusahaan penerbitan Burke, London.

Pada tahun 1985 Suu Kyi mendapat kesempatan berkunjung ke Pusat Kajian Asia Tenggara di Universitas Kyoto-Jepang tempat dimana ia melakukan riset terhadap masa-masa kunjungan ayahnya di Jepang. Putera bungsunya, Kim bersamanya saat itu sedangkan Alexander bersama Michael yang sedang menghadiri program persahabatan di sebuah institut di Simla-India Utara. Sebagai penganut Buddhis, Michael dan Suu Kyi memberikan kesempatan kepada kedua putera mereka untuk ambil bagian dalam sebuah upacara tradisional Buddhis menjadi samanera sementara, pada sebuah kunjungan rutin mereka tahun 1986 ke Rangon untuk menjenguk sang nenek; Daw Khin Kyi.

Dari Jepang kemudian Suu Kyi dan Kim bergabung dengan Michael dan Alex di Simla-India pada tahun 1987, kemudian di tahun yang sama ia menerbitkan”Socio-Political Currents in Burmese Literature 1910-1940” di sebuah jurnal di Universitas Tokyo. Tahun ini pula Suu Kyi dan keluarga kembali ke London untuk menemani Ibunya menjalani operasi katarak, kemudian Suu Kyi bekerja di program paska sarjana Perguruan London untuk Kajian Oriental dan Afrika.

Awal bersejarah kembalinya Suu Kyi ke Rangon adalah karena mendapat telepon yang mengabarkan bahwa sang Ibu, Daw Khin Kyi mengalami stroke pada tanggal 31 Maret 1988, Suu Kyi merawat dan mendampingi ibundanya di rumah sakit, kemudian memindahkannya ke rumah mereka di lingkungan sebuah universitas dekat danau Inya di Rangon. Pada saat inilah terjadi pengunduran diri Jenderal Ne Win seorang diktator yang memimpin Burma sejak 1962, hari itu tepat tanggal 23 Juli 1988, para demonstran yang melakukan aksi-aksi protes terus berlanjut hingga meluas dan menjadi aksi demonstrasi massa yang sangat besar dan luas di hampir seluruh wilayah Burma pada tanggal 8 Agustus 1988, pemerintahan militer membalas aksi dengan melakukan tindakan kekerasan yang mengakibatkan terbunuhnya ribuan orang.

Karena menyadari betapa menderitanya rakyat Burma akibat kesewenang-wenangan pemerintahan militer inilah Aung San Suu Kyi memulai aksi politiknya yang pertama pada tanggal 15 Agustus yakni dengan mengirimkan surat terbuka kepada pemerintah, mempertanyakan susunan Komite Konsultatif Independen untuk Pemilu multi partai, selanjutnya tanggal 26 Agustus ia melakukan orasi di depan Shwedagon Pagoda yang dihadiri oleh ribuan orang untuk menuntut pemerintahan yang demokratis, suami dan kedua puteranya turut mendampinginya. Militer yang mulai gerah dengan manuver Suu Kyi kemudian membentuk State Law and Order Restoration Council (SLORC) tanggal 18 September, pertemuan politik yang dihadiri lebih dari empat orang dilarang, penangkapan dan interograsi tanpa pengadilan mulai terjadi terhadap para aktivis. Di tengah-tengah kondisi politik memanas inilah National League for Democracy (NLD) didirikan yakni pada tanggal 24 September, Aung San Suu Kyi terpilih sebagai Sekretaris Jenderal. Kebijakan partai adalah anti kekerasan dan pembangkangan sipil. Tiga bulan selanjutnya Suu Kyi aktif melakukan orasi-orasi ke berbagai daerah dengan melibatkan massa dalam jumlah yang sangat besar menentang larangan yang dibuat SLORC.

Pada saat meninggalnya Daw Khin Kyi; sang Ibunda, tanggal 27 Desember 1988 pada usia 76 tahun yang pemakamannya dihadiri oleh ratusan ribu orang tanggal 2 Januari 1989 itu, Aung San Suu Kyi menyatakan bahwa sebagaimana Ayah dan Ibunya yang telah mengabdikan seluruh hidupnya bagi rakyat Burma, maka ia pun bersumpah akan berjuang bagi rakyat Burma hingga kematian menjemputnya. Hingga juli kemudian ia terus melakukan kampanyenya walaupun intimidasi, penangkapan dan pembunuhan oleh tentara terus berlanjut. Menjelang pemilihan umum, tanggal 17 Februari Suu Kyi dinyatakan dilarang mengikuti pemilu. Pada tanggal 5 April terjadi sebuah tragedi di Delta Sungai Irawaddy pada saat itu dengan sangat berani Aung San Suu Kyi berjalan menuju para tentara yang ingin menangkapnya. Selanjutnya Suu Kyi dijebloskan dalam tahanan rumah, tanpa tuntutan ataupun pengadilan.

Kedua puteranya turut mendampingi, Michael dating pada hari ketiga, pada saat itu Aung San Suu Kyi melakukan mogok makan selama 3 hari meminta agar dirinya dikirim ke penjara bergabung bersama-sama mahasiswa yang ditahan disana, aksi ini berhenti setelah militer berjanji akan memperlakukan para mahasiswa dengan lebih baik. Karena merasa tidak mampu mempertahankan cengkeramannya terhadap kekuasaan, junta militer kemudian mempercepat pelaksanaan pemilu pada tahun 1990. Hasilnya adalah kemenangan NLD dengan menguasai 82% kursi di parlemen. SLORC menolak hasil pemilu ini dan tetap mempertahankan pemerintahan junta militernya.

Aung San Suu Kyi telah memenangkan banyak penghargaan internasional, 12 Oktober 1990 ia dianugerahi Penghargaan HAM Rafto, Penghargaan HAM Sakharov dari Parlemen Eropa 10 Juli1991, pemenang Penghargaan Perdamaian 1991 dari Komite Nobel Norwegia pada tanggal 14 Oktober 1991, Medali Kemerdekaan dari Kepresidenan Amerika Serikat, dan Penghargaan Jawaharlal Nehru-India. 10 Desember 1991 mendapatkan Penghargaan Nobel Perdamaian. Pada tahun yang sama buku “Freedom from Fear” diterbitkan oleh Penguin di New York, Inggris, Kanada, Australia, New Zealand, juga diterjemahkan dalam berbagai bahasa seperti Norwegia, Perancis dan Spanyol.

Setelah memperoleh Nobel, Suu Kyi mengumumkan pada tahun 1992 bahwa hadiah berupa uang sebesar US$ 1,3 juta akan digunakan untuk membangun kesehatan dan pendidikan bagi rakyat Burma. Pada tahun 1993, sekelompok penerima Nobel tidak diijinkan memasuki Burma oleh pemerintah militer, kemudian mereka mendatangi para pengungsi Burma di perbatasan Thailand dan menyerukan pembebasan Aung San Suu Kyi. Seruan mereka kemudian dikumandangkan kembali di Komisi HAM PBB di Jenewa. Kontak pertama Suu Kyi dengan orang luar selain keluarganya sejak ditahan adalah pada tahun 1994 yakni pada bulan februari, pemerintahan junta militer Burma mengijinkan perwakilan PBB, anggota kongres Amerika, dan reporter New York Times. Kemudian bulan September-Oktober pimpinan SLORC menemui Suu Kyi yang terus menuntut diadakannya dialog publik.

10 Juli 1995 akhirnya Aung San Suu Kyi dibebaskan setelah 6 tahun penahanan, namun pemerintah Junta Militer Burma yang senantiasa gentar oleh keberanian dan konsistensi Suu Kyi kembali menahannya pada tahun 2000-2002 tanpa alasan yang jelas, kemudian kembali ditahan dibalik jeruji bulan Mei 2003 dengan alasan keamanan dirinya, setelah peristiwa berdarah yang menewaskan lebih dari 100 orang pendukungnya karena di serang oleh kroni-kroni rejim militer dan narapidana yang sengaja dilepaskan untuk mengacaukan pertemuan Suu Kyi dengan para pendukungnya. Ia kemudian dipindahkan dari penjara kembali ke tahanan rumah pada akhir 2003 dan ditahan hingga saat ini.

Selama dalam tahanan Suu Kyi benar-benar diisolasi dari dunia luar, beberapa kesempatan untuk bebas sebenarnya di dapat Suu Kyi, misalnya saat suaminya sakit ia diberi ijin dan dibujuk pemerintah junta militer untuk menjenguk ke London namun Suu Kyi menolak karena ia tahu, sepulang dari London pemerintah tidak akan memberikan ijin masuk kembali ke Burma. Karenanya ia memilih tetap ditahanan dan meneruskan perjuangannya membebaskan rakyat Burma bahkan saat suaminya meninggal karena kanker prostat di London tanggal 27 Maret 1999 pun Suu Kyi tidak dapat menghadiri pemakamannya. Ia harus merelakan kepentingan-kepentingan dan emosi pribadinya dikorbankan demi kepentingan besar seluruh rakyat Burma. Sebelumnya Michael Aris sempat membuat petisi agar ia diijinkan menjenguk Suu Kyi untuk terakhir kalinya namun ditolak oleh penguasa Burma, terakhir kali pertemuan Suu Kyi dan keluarganya adalah pada akhir tahun 1995. Aung San Suu Kyi hingga hari ini terus berjuang dari balik tahanan dan terus menyerukan kepada dunia untuk membantu perjuangan demi pembebasan di Burma, dengan mengatakan “Please use your liberty to promote ours”

sumber : http://hikmahbudhi.or.id/?p=33
gambar : http://depesimaginarium.blogspot.com/2010/12/ra-kartini-aung-san-suu-kyi-dhanny.html

Monday, January 6, 2014

Vilma Espin

Vilma Espin bernama lengkap VIlma Espin Guillois yang terlahir pada tgl 7 April 1930 di Santiago de Cuba. Ia lahir dari keluarga pengacara, ayahnya adalah seorang pengara untuk keluarga Bacardi. Vilma kemudian mengenyam pendidikan di Universidad Santiago de Oriente dan setelah lulus memilih belajar di MIT, Boston, jurusan teknik kimia. Vilma menjadi salah satu perempuan Kuba yang mengenyam pendidikan tinggi di jurusan Kimia. Selama kuliah di MIT, ia banyak terlibat dalam aktivitas pengorganisiran dan pada tahun 1956 ia meninggalkan kuliahnya di MIT setelah bertemu dengan Frank Pais di Havana, salah seorang pimpinan revolusi yang melawan kudeta 1952 yang akhirnya mengantarkan Batista kembali berkuasa. Frank Pais lah yang memberi pengaruh besar bagi seorang Vilma Espin untuk juga terjun di dunia aktivis melawan kediktatoran di Kuba.
Pertemuannya dengan Frank Pais mengantarkan Vilma Espin sebagai pemimpin gerakan perjuangan di provinsi Oriente. Perannya tidaklah kecil, Vilma bertugas membawa pesan antara gerakan dan Gerakan 26 Juli yang dipimpin oleh Fidel Castro yang telah pindah ke Meksiko guna merancang invasi di masa depan.
Selama satu tahun pula, Vilma Espin menjadi wakil Pais di Santiago dan mengambil alih posisi Pais setelah Pais terbunuh oleh polisi ketika terlibat dalam aksi massa di jalan. Dengan menggunakan nama bawah tanah “Deborah”, Vilma Espin menjadi kunci gerakan bawah tanah yang berkomunikasi dengan Fidel Castro. Tugasnya di bawah tanah ini adalah pekerjaan yang berbahaya. Lebih berbahaya dari bergerilya karena resikonya yang besar. Vilma harus mengatur dan memastikan pengiriman obat-obatan, uang dan senjata ke pegunungan berjalan lancar dan aman. Ia juga bisa bertindak tegas pada orang yang dicurigai sebagai informan atau mata-mata penguasa. Pada pertengahan tahun 1958, Santiago menjadi tempat yang tidak aman bagi Vilma, sehingga ia harus pergi ke pengunungan dengan pasukan bersenjata yang dipimpin oleh Raul Castro.
Vilma kemudian membantu perjuangan di pegunungan Sierra Maestra setelah gerakan 26 juli kembali ke Kuba dengan yacht Granma. Tugas pembawa pesan diserahkan pada Vilma, karena ia menguasai bahasa Inggris dan kadang menjadi interpreter ketika jurnalis Amerika datang ke pegunungan untuk menulis tentang perjuangan gerilya Kuba Kemudian, Ia dan Raul Castro menikah pada 1959. Pernikahannya dengan Raul Castro ini berlangsung 4 bulan setelah Batista terguling dan Castro bersaudara menjadi penguasa. Meski kemudian, ia akhirnya bercerai dengan Raul Castro namun mereka tetap muncul bersama dan pemerintah Kuba tidak pernah menanyakan status pernikahan mereka. Di acara pemakaman Vilma, tampak mata Raul Castro penuh dengan air mata. Seorang teman menyebut Vilma sebagai seorang gadis yang sederhana, namun kepribadiannya yang kuat membuatnya menjadi seorang pemimpin revolusioner.
Vilma Espin adalah figur revolusi. Fotonya dengan membawa senapan ketika masih bergerilya di pengunungan menginspirasi banyak perempuan. Hal ini merubah gambaran perempuan Kuba pada umumnya. Namun, ia tetap Latar belakang pendidikannya membuat ia memiliki peran publik di pemerintahan baru hasil revolusi. Pada tahun 1960, Vilma Espin mendirikan Federasi Perempuan Kuba dan menjadi presiden organisasi ini hingga ia meninggal. Organisasi ini diakui sebagai organisasi non pemerintah yang memiliki anggota sebanyak tiga setenah juta perempuan. Vilma selama hidupnya menjadi figur internasional dalam memperjuangkan hak – hak perempuan. Dalam Konferensi Perempuan Internasional di Mexico City pada 1975, ia sempat berbicara “Kami telah memenuhi segala hal tentang hak perempuan, yang disampaikan di konferensi ini. Perempuan adalah bagian dari rakyat, dan tanpa bicara tentang politik, anda tidak akan pernah merubah apapun”. Ann Louise Bardach, seorang penulis yang mewawancarai Vilma pada awal tahun 1990an untuk bukuinya “Rahasia Kuba”, menyatakan bahwa Vilma Espin adalah perempuan yang menyadari bahwa dirinya adalah “First Lady Kuba”. Latar belakangnya, pernikahannya dengan tokoh revolusi Kuba serta prestasinya menjadikan Vilma sebagai “First lady Kuba”.

Pada tahun 1986, Espin menjadi perempuan pertama yagn terpilih sebagai anggota Polit Biro Partai Komunis Kuba, sebuah badan pengambil keputusan tertinggi di Kuba. Meski posisi ini ia raih di akhir karirnya, dan terkesan terlambat, namun posisi itu adalah buah dari kerja kerasnya semenjak menjadi pimpinan perjuangan gerilya di tahun 1950an menggulingkan kediktatoran Batista. Selain dikenal sebagai pejuang gerilya, Vilma Espin juga dikenal sebagai seorang organisir dan diplomat. Vilma Espin adalah sosok diplomat yang ideal bagi negaranya setelah Castro berkuasa pada tahun 1959. Selama lebih dari 4 dekade, Vilma Espin memegang peran sebagai ‘first lady Kuba” (ibu negara Kuba) setelah Fidel bercerai.

Peran Vilma Espin sendiri dalam gerakan perempuan terbilang besar. Ia meningkatkan derajat perempuan di dalam masyarakat dengan mengupayakan kesetaraan antara lelaki dan perempuan. Ia menyuarakan agar ada kebijakan kesehatan dan perawatan anak serta kebijakan pendidikan bagi perempuan. Ia bahkan berhasil meloloskan Undang-Undang Keluarga Kuba di tahun 1975 yang menyatakan bahwa lelaki juga memiliki kewajiban yang sama dengan perempuan di dalam keluarga seperti merawat anak. Namun demikian, masih beberapa hal yang belum bisa dicapai oleh gerakan perempuan Kuba. Dalam bukunya, Ann Fergusson menulis bahwa di Kuba untuk ukuran negeri dunia ke tiga telah berhasil menerapkan sistem pendidikan gratis yang memberi akses bagi perempuan untuk menjadi pekerja di bidang teknik dan menempati bidang profesional, namun posisi pekerjaan tertinggi seperti manager, supervisor masih banyak ditempati kaum lelaki meski secara hukum sudah dilabeli sebagai pekerjaan feminin.

Pada tahun 2000, Vilma tampil sebagai juru bicara ketika anak Kuba berusia 6 tahun, Elian Gonzales, kembali kepada ayahnya di Kuba. Seperti yang diberitakan media, anak lelaki ini menjadi fokus pemberitaan internasional terkait pertikaian kuba dan Amerika Serikat. Pengaruh Vilma Espin semakin besar di negeri itu ketika Raul Castro diserahi tugas kepresidenan pada bulan juli 2006. Tahun itu, Fidel Castro menyerahkan kekuasaannya kepada Raul Castro setelah operasi ganda yang dijalaninya. Vilma Espin dan Raul Castro dianugerahi 4 anak. Salah satunya adalah Mariela Castro Espin, Kepala Pusat Nasional Kuba untuk Pendidikan Seks. Di tahun yang sama, tahun 2000, ia berkesempatan mengunjungi Panama, dimana ia menghadiri peretemuan menteri perempuan dalam mengadopsi dan menerapkan kebijakan terkait perempuan. Pertemuan ini merupakan persiapan bagi Pertemuan Amerika – Ibero ke 5, yang diadakan pada tahun itu di Panama. Ia juga turut menghadiri hari ke dua Pertemuan Dewan Umum PBB yang menganalisa hasil promosi hak perempuan antara tahun 1995 sampai 2000. Pada acara itu ia menyampaikan dampak negatif dari kebijakan neo liberal melalui IMF pada nasib perempuan. Dalam kesempatan itu ia menyampaikan betapa pentingnya kemandirian ekonomi dan politik untuk mempertahankan kedaulatan rakyat.

Di tahun 2001, ia juga sempat berkumjung ke Venezuela dalam rangka menghadiri pertemuan Institut Perempuan Nasional Amerika Latin. Institusi Venezuela mengundangnya sebagai pegiat hak perempuan, sebagai sosok perempuan yang aktif memperjuangkan hak perempuan Amerika Latin. Di tahun yang sama dewan Kuba memberinya gelar sebagai pahlawan perempuan Republik Kuba.

http://marsinahfm.wordpress.com/2013/04/04/vilma-espin-perempuan-revolusioner-kuba/#more-674

Thursday, December 26, 2013

Evo Morales


Juan Evo Morales Ayma (lahir di Orinoca, Oruro, Bolivia, 26 Oktober 1959; umur 54 tahun), yang populer dikenal dengan nama Evo (IPA: [ˈeβ̞o]) adalah Presiden Bolivia dan menjadi orang pribumi pertama untuk jabatan kepala negara sejak penjajahan Spanyol lebih dari 470 tahun yang lalu.[2][3][4][5] Klaim ini menyebabkan kontroversi, karena ada para presiden mestizo sebelumnya.
Morales adalah seorang sosialis dan berasal dari suku Indian (Aymara) dan dilantik menjadi presiden pada tanggal 22 Januari 2006.
Morales adalah pemimpin sayap kiri gerakan cocalero Bolivia– sebuah federasi kendur dari campesino penanam daun koka yang melawan upaya-upaya pemerintah Amerika Serikat untuk membasmi koka di Provinsi Chapare di Bolivia tenggara. Morales juga adalah pemimpin partai politikGerakan untuk Sosialisme (Movimiento al Socialismo, dengan singkatannya dalam bahasa Spanyol MAS, yang berarti "lebih"), yang terlibat dalamPerang Gas, bersama-sama dengan banyak kelompok lainnya, yang biasanya dirujuk sebagai "gerakan sosial".
Pada pemilihan presiden 2002, Morales menempati tempat kedua, suatu kejutan yang mengecewakan bagi partai-partai tradisional Bolivia. Hal ini langsung membuat sang aktivis pribumi ini terkenal di seluruh benua Amerika. Morales menyebutkan bahwa kemenangan yang hampir diperolehnya itu sebagian disebabkan oleh komentar-komentar membakar yang ditujukan kepadanya oleh duta besar AS di Bolivia Manuel Rocha, dan menyebutkan bahwa mereka menolong "membangkitkan hati nurani rakyat". Morales akhirnya terpilih sebagai presiden dalam pemilihan 2005, setelah beberapa krisis yang disebabkan oleh masalah industri gas.

Juan Evo Morales Ayma

 
Presiden Bolivia ke-80
Masa jabatan
22 Januari 2006 – Sekarang
Wakil PresidenÁlvaro García Linera
Didahului olehEduardo Rodríguez
Digantikan olehSedang Menjabat
Informasi pribadi
Lahir26 Oktober 1959 (umur 54)
OrinocaOruroBolivia
KebangsaanBolivia
Partai politikMovimiento al Socialismo(MAS)
AgamaKatolik Roma[1] / Indigenous religions


Raul Modesto Castro Ruz


Raul Modesto Castro Ruz
Nama Lengkap : Raul Modesto Castro Ruz
Alias : No Alias
Profesi : -
Agama : Tidak Beragama
Tempat Lahir : Biran, Kuba
Tanggal Lahir : Rabu, 3 Juni 1931
Zodiac : Gemini
Warga Negara : Kuba
Saudara : Fidel Alejandro Castro Ruz
Istri : Vilma Espin 
Anak : Deborah Mariela Nilsa Alejandro


BIOGRAFI

Raul Modesto Castro Ruz yang lahir pada tanggal 3 Juni 1931 adalah politisi dan sekaligus tokoh revolusi Kuba. Sekarang, ia menjabat sebagai Presiden Kuba menggantikan kakanya, Fidel Castro. Raul Castro secara resmi dipilih sebagai Presiden Kuba setelah Dewan Nasional Kuba memilihnya pada 24 Februari 2008. Pengangkatannya tidak lain didasari karena kakanya, Fidel Castro, sedang menderita sakit berkepanjangan dan memutuskan untuk tidak memperpanjang jabatannya pada19 Februari 2008.

Putra dari imigran Spanyol, Angel Castro, dan perempuan asli Kuba Lina Ruz ini adalah bungsu dari tiga bersaudara Ramon Castro, Fidel Castro, dan Raúl Castro. 

Ketika masih menjadi anak-anak, saudara-saudara Castro diusir dari sekolah yang mereka masuki. Kemudian, Fidel dan Raul masuk ke sekolah Jesuit Colegio Dolores di Santiago dan Colegio Belén di Havana. Raul kemudian melanjutkan studinya untuk mendapatkan gelar sarjana dalam bidang ilmu sosial. 

Sebelum menjadi presiden, Raul Castro adalah pemimpin pemberontak pada tahun 1950-an. Setelah kakaknya, Fidel Castro, memegang tampuk kekuasaan di Kuba, Raul Castro menjadi salah seorang figure paling berpengaruh di pemerintahan Fidel Castro. Dalam rezim kakanya tersebut, Raul menduduki jabatan-jabatan penting, diantaranya sebagai Menteri Angkatan Bersenjata Kuba pada tahun 1959 hingga 2008. 

Sebagai presiden, Raul aktif melakukan kebijakan-kebijakan yang dulunya tak pernah dilakukan oleh kakanya. Sebagai contoh, pada Maret 2008, Pemerintah Kuba menghapuskan larangan penjualan dan pemakaian produk-produk DVD player, komputer, rice cooker dan microwave yang berasal dari Amerika Serikat. Selain itu, dalam upaya untuk meningkatkan produksi pangan, Pemerintah Kuba menyerahkan pengelolaan tanah kepada para petani swasta dan koperasi.Pemerintahan Raul juga telah menghapus pembatasan penggunaan telepon seluler bagi rakyat Kuba.

KARIR
Presiden Kuba (2008-sekarang)
PENGHARGAAN
Hero of the Republic of Cuba
Order of Yaroslav Mudry First Grade
National Order of Mali
Quetzal Medal
Order Prince Daniel of Good Faith, First Degree

Biografi Cristopher Colombus


 
Christopher Columbus (30 Oktober 1451 – 20 Mei 1506) adalah seorang penjelajah dan pedagang yang menyeberangi Samudra Atlantik dan sampai ke benua Amerika pada tanggal 12 Oktober 1492 di bawah bendera Castilian Spanyol. Ia percaya bahwa Bumi berbentuk bola kecil, dan beranggap sebuah kapal dapat sampai ke Timur Jauh melalui jalur barat. 
Columbus bukanlah orang pertama yang tiba di Amerika, yang ia dapati sudah diduduki. Ia juga bukan orang Eropa pertama yang sampai ke benua itu karena sekarang telah diakui secara meluas bahwa orang-orang Viking dari Eropa Utara telah berkunjung ke Amerika Utara pada abad ke 11 dan mendirikan koloni L'Anse aux Meadows untuk jangka waktu singkat. Terdapat perkiraan bahwa pelayar yang tidak dikenali pernah melawat ke Amerika sebelum Columbus dan membekalkannya dengan sumber untuk kejayaannya. Terdapat juga banyak teori mengenai ekspedisi ke Amerika oleh berbagai orang sepanjang masa itu.

Colombus, dalam upaya mencari jalan dari Eropa ke Timur, tak sengaja menemui benua Amerika yang membuatnya lebih berpengaruh dalam sejarah dunia, di luar dugaannya sendiri. Penemuannya sekaligus merupakan mahkota eksplorasi dan kolonisasi Dunia Baru dan sekaligus pula merupakan tonggak penting dalam sejarah. Colombus bagaikan membuka pintu bagi bangsa Eropa dua benua untuk pemukiman baru, menyebar penduduk dan menyediakan sumber kekayaan mineral dan isi bumi yang pada gilirannya mengubah wajah Eropa. Berbarengan dengan itu, penemuannya juga mengakibatkan hancurnya kebudayaan bangsa Indian. Dalam jangka panjang, penemuan itu melahirkan satu bangsa baru di benua belahan Barat, yang dengan amat cepatnya membedakan diri dengan bangsa Indian selaku penduduk asli. Walhasil, Colombus membawa perubahan besar bagi bangsa-bangsa di Dunia Lama. 

Garis besar kisah Colombus bukan masalah baru. Dia dilahirkan di Genoa, Itali, tahun 1451. Tatkala berangkat dewasa, dia menjadi nakhoda kapal dan seorang navigator yang cekatan. Akhirnya Colombus yakin bukan mustahil menemukan jalan lebih praktis ke daerah Asia di timur dengan cara berlayar ke arah barat melintasi Samudra Atlantik dan dia dengan tekun merintis tekadnya. Tentu saja niat besar ini tidak bakal terlaksana tanpa biaya cukup. Karena itulah Colombus membujuk Ratu Isabella I menyediakan anggaran untuk ekspedisi percobaannya. 

Kapalnya melepas sauh pelabuhan Spanyol tanggal 3 Agustus 1492. Melabuh pertama di Kepulauan Canary di lepas pantai Afrika. Membongkar sauh di Kepulauan Canary tanggal 6 September dan berlayar laju arah ke barat. Sebuah pelayaran yang bukan main panjang, sehingga tidak aneh jika para awak kapal merasa ngeri dan kepingin balik saja. Colombus? Tidak! Perjalanan mesti diteruskan, sekali layar terkembang pantang digulung. Dan tanggal 2 Oktober 1492 bagaikan seutas sutera hijau daratan tampak di haluan. 

Colombus kembali ke Spanyol bulan Maret berikutnya dari penjelajahan yang dahsyat itu disambut orang dengan penuh penghormatan. Sesudah itu dia melakukan serentetan pelayaran melintas Atlantik dengan harapan menjejakkan kaki di Cina dan Jepang. Tetapi sia-sia! Colombus tetap bersiteguh pada pikirannya bahwa dia sudah menemukan jalur perjalanan ke Asia Timur jauh sebelum orang lain sadar.
Ratu Isabella menjanjikan Colombus jadi gubernur di pulau mana pun yang ditemuinya. Tetapi, selaku administrator dia betul-betul tidak becus sehingga dipecat dari jabatannya dan dikirim pulang ke Spanyol dengan tangan terbelenggu. Tetapi, sesampainya di Spanyol dia dibebaskan hanya saja tak pernah diberi jabatan lagi. Kabar angin mengatakan Colombus mati dalam kemiskinan tanpa ada dana apa pun. Tatkala kematiannya di tahun 1506 –kabar lain lagi– ada jugalah sedikit harta kekayaannya.

Kapal “Nina,” “Pinta” dan “Santa Maria” berlayar menuju Dunia Baru Jelas, pelayaran pertama Colombus merupakan perubahan revolusioner bagi sejarah Eropa, dan malahan punya pengaruh lebih besar bagi Benua Eropa. Anak-anak sekolah semua menghafal tahun 1492 merupakan tahun penting. Walau begitu masih ada banyak kemungkinan yang keberatan menempatkan nama Colombus dalam urutan daftar buku ini. 
Salah satu keberatan adalah karena bukannya Colombus orang Eropa pertama yang menemukan Dunia Baru. Leif Ericson, pelaut Viking, berabad-abad sebelum Colombus sudah menjejakkan kaki di Benua Amerika dan bolehlah dipercaya beberapa orang Eropa lain juga sudah menyeberangi Samudera Atlantik di masa-masa antara Leif Ericson dan Colombus. 
Dari sudut sejarah, Leif Ericson bukanlah tokoh penting. Hal-hal menyangkut penemuannya belum pernah tersebar luas, begitu pula tidak meninggalkan perubahan apa pun baik di Amerika maupun Eropa. Sebaliknya, berita penemuan Amerika oleh Colombus menyebar bagai kilat ke seluruh Eropa. Hanya beberapa tahun sekembalinya Colombus, dan sebagai akibat langsung dari penemuannya, banyak ekspedisi tambahan berdatangan di Dunia Baru dan penaklukan serta kolonisasi pun mulailah.
Seperti halnya tokoh-tokoh lain di dalam buku ini, Colombus mudah terkena gangguan pelbagai komentar seakan-akan apa yang ia lakukan orang lain juga lakukan andaikata Colombus tidak pernah hidup di dunia. Eropa abad ke-15 M berada dalam keadaan risau dan berkemelut: dunia perdagangan berkembang, penjelajahan daerah baru tak terelakkan. Bangsa Portugis nyatanya memang aktif amat mencari arus jalan baru ke Timur, pada saat-saat menentukan sebelum Colombus.

“Pendaratan Columbus”oleh John Vanderlyn 
Adalah mungkin sekali Amerika cepat atau lambat ditemukan oleh orang Eropa; bahkan mungkin sekali kalaulah ada penundaan, saatnya tidak begitu lama. Tetapi perkembangan berikutnya akan sangat jauh berbeda apabila Amerika ditemukan –katakanlah tahun 1510– oleh ekspedisi orang Perancis atau Inggris dan bukannya tahun 1492 oleh Colombus. Dengan dalih apa pun memang nyatanya Colombuslah orang yang menemukan benua Amerika. 
Kemungkinan keberatan ketiga adalah, bahkan sebelum perjalanan Colombus banyak orang-orang Eropa abad ke-15 yang sudah maklum bahwa sesungguhnya bumi ini bulat bentuknya. Teori ini sudah diungkapkan oleh filosof Yunani berabad-abad sebelumnya, dan pembenaran yang tak tergoyahkan dari hipotesa Aristoteles sudah cukup untuk meyakinkan kaum terpelajar Eropa di tahun 1400-an. Sementara itu, Colombus sendiri tidak terkenal orang yang menunjukkan bahwa bumi ini bulat. (Paling tidak, dia tidak berhasil melakukannya). Dia masyhur dalam hal penemuan Dunia Baru, yang baik orang Eropa abad ke-15 atau Aristoteles tak tahu menahu adanya benua Amerika.
Akhlak Col
ombus tidaklah sepenuhnya dikagumi. Dia terkenal kikir. Sifat inilah yang menyebabkan dia menghadapi kesulitan memperoleh tunjangan dana dari Ratu Isabella karena Colombus terlampau menampakkan keserakahannya tatkala melakukan tawar-menawar. Juga –walaupun tidak pantas menuduhnya menurut ukuran etika jaman sekarang– dia memperlakukan orang-orang Indian dengan kekejaman yang sangat. Karena itu, daftar buku ini bukanlah terdiri dari orang-orang yang paling bijak bestari dalam sejarah, melainkan orang yang paling berpengaruh, dan dalam kerangka ukuran ini Colombus menempati urutan nyaris paling atas.

http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/01/biografi-cristopher-colombus.html

Macan Perang Salib



 SHALAHUDDIN AL-AYYUBIShalahuddin Al-Ayyubi sebenarnya hanya nama julukan dari Yusuf bin Najmuddin. Shalahuddin merupakan nama gelarnya, sedangkan al-Ayyubi nisbah keluarganya. Shalahuddin Al-Ayubi terlahir dari keluarga Kurdish di kota Tikrit (140km barat laut kota Baghdad) dekat sungai Tigris pada tahun 1137M. Masa kecilnya selama sepuluh tahun dihabiskan belajar di Damaskus di lingkungan anggota dinasti Zangid yang memerintah Syria, yaitu Nur Ad-Din atau Nuruddin Zangi.

Salahudin Al-Ayubi atau tepatnya Sholahuddin Yusuf bin Ayyub, Salah Ad-Din Ibn Ayyub atau Saladin/salahadin (menurut lafal orang Barat) adalah salah satu pahlawan besar dalam tharikh (sejarah) Islam. Satu konsep dan budaya dari pahlawan perang ini adalah perayaan hari lahir Nabi Muhammad SAW yang kita kenal dengan sebutan maulud atau maulid, berasal dari kata milad yang artinya tahun, bermakna seperti pada istilah ulang tahun. Berbagai perayaan ulang tahun di kalangan/organisasi muslim sering disebut sebagai milad atau miladiyah, meskipun maksudnya adalah ulang tahun menurut penanggalan kalender Masehi.Selain belajar Islam, Shalahuddin pun mendapat pelajaran kemiliteran dari pamannya Asaddin Shirkuh, seorang panglima perang Turki Seljuk. Kekhalifahan. Bersama dengan pamannya Shalahuddin menguasai Mesir, dan mendeposisikan sultan terakhir dari kekhalifahan Fatimid (turunan dari Fatimah Az-Zahra, putri Nabi Muhammad SAW). Dinobatkannya Shalahuddin menjadi sultan Mesir membuat kejanggalan bagi anaknya Nuruddin, Shalih Ismail. Hingga setelah tahun 1174 Nuruddin meninggal dunia, Shalih Ismail bersengketa soal garis keturunan terhadap hak kekhalifahan di Mesir. Akhirnya Shalih Ismail dan Shalahuddin berperang dan Damaskus berhasil dikuasai Sholahuddin. Shalih Ismail terpaksa menyingkir dan terus melawan kekuatan dinasti baru hingga terbunuh pada tahun 1181. Shalahuddin memimpin Syria sekaligus Mesir serta mengembalikan Islam di Mesir kembali kepada jalan Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Perang Salib

Namun kerukunan yang telah berlangsung selama lebih 460 tahun itu kemudian porak-poranda akibat berbagai hasutan dan fitnah yang digembar-gemborkan oleh seorang patriarch bernama Ermite. Provokator ini berhasil mengobarkan semangat Paus Urbanus yang lantas mengirim ratusan ribu orang ke Yerusalem untuk Perang Salib Pertama. Kota suci ini berhasil mereka rebut pada tahun 1099. Ratusan ribu orang Islam dibunuh dengan kejam dan biadab, sebagaimana mereka akui sendiri: “In Solomon’s Porch and in his temple, our men rode in the blood of the Saracens up to the knees of their horses.”

Menyadari betapa pentingnya kedudukan Baitul Maqdis bagi ummat Islam dan mendengar kezaliman orang-orang Kristen di sana, maka pada tahun 1187 Shalahuddin memimpin serangan ke Yerusalem. Orang Kristen mencatatnya sebagai Perang Salib ke-2. Pasukan Shalahuddin berhasil mengalahkan tentara Kristen dalam sebuah pertempuran sengit di Hittin, Galilee pada 4 July 1187. Dua bulan kemudian (Oktober tahun yang sama), Baitul Maqdis berhasil direbut kembali.

Berita jatuhnya Yerusalem menggegerkan seluruh dunia Kristen dan Eropa khususnya. Pada tahun 1189 tentara Kristen melancarkan serangan balik (Perang Salib ke-3), dipimpin langsung oleh Kaisar Jerman Frederick Barbarossa, Raja Prancis Philip Augustus dan Raja Inggris Richard ‘the Lion Heart’.

Perang berlangsung cukup lama. Baitul Maqdis berhasil dipertahankan, dan gencatan senjata akhirnya disepakati oleh kedua-belah pihak. Pada tahun 1192 Shalahuddin dan Raja Richard menandatangani perjanjian damai yang isinya membagi wilayah Palestina menjadi dua: daerah pesisir Laut Tengah bagi orang Kristen, sedangkan daerah perkotaan untuk orang Islam; namun demikian kedua-belah pihak boleh berkunjung ke daerah lain dengan aman.

Setahun kemudian, tepatnya pada 4 Maret 1193, Shalahuddin menghembuskan nafasnya yang terakhir. Ketika meninggal dunia di Damaskus, Shalahuddin tidak memiliki harta benda yang berarti. Padahal beliau adalah seorang pemimpin. Tapi hal baik yang ditinggalkan oleh orang baik selalu akan menjadi bagian kehidupan selamanya. Kontribusinya buat Islam sungguh tidak pernah bisa diukur dengan apapun di dunia ini.

Dalam menumbuhkan wilayah kekuasaannya Shalahuddin selalu berhasil mengalahkan serbuan para Crusader dari Eropa, terkecuali satu hal yang tercatat adalah Shalahuddin sempat mundur dari peperangan Battle of Montgisard melawan Kingdom of Jerusalem (kerajaan singkat di Jerusalem selama Perang Salib). Namun mundurnya Sholahuddin tersebut mengakibatkan Raynald of Châtillon pimpinan perang dari The Holy Land Jerusalem memrovokasi muslim dengan mengganggu perdagangan dan jalur Laut Merah yang digunakan sebagai jalur jamaah haji ke Makkah dan Madinah. Lebih buruk lagi Raynald mengancam menyerang dua kota suci tersebut, hingga akhirnya Shalahuddin menyerang kembali Kingdom of Jerusalem di tahun 1187 pada perang Battle of Hattin, sekaligus mengeksekusi hukuman mati kepada Raynald dan menangkap rajanya, Guy of Lusignan.

Akhirnya seluruh Jerusalem kembali ke tangan muslim dan Kingdom of Jerusalem pun runtuh. Selain Jerusalem kota-kota lainnya pun ditaklukkan kecuali Tyres/Tyrus. Jatuhnya Jerusalem ini menjadi pemicu Kristen Eropa menggerakkan Perang Salib Ketiga atau Third Crusade.
Perang Salib Ketiga ini menurunkan Richard I of England ke medan perang di Battle of Arsuf. Shalahuddin pun terpaksa mundur, dan untuk pertama kalinya Crusader merasa bisa menjungkalkan invincibilty Sholahuddin. Dalam kemiliteran Sholahuddin dikagumi ketika Richard cedera, Shalahuddin menawarkan pengobatan di saat perang di mana pada saat itu ilmu kedokteran kaum Muslim sudah maju dan dipercaya.


Parcel untuk Musuh

Banyak kisah-kisah unik dan menarik seputar Shalahuddin al-Ayyubi yang layak dijadikan teladan, terutama sikap ksatria dan kemuliaan hatinya. Di tengah suasana perang, ia berkali-kali mengirimkan es dan buah-buahan untuk Raja Richard yang saat itu jatuh sakit.
Ketika menaklukkan Kairo, ia tidak serta-merta mengusir keluarga Dinasti Fatimiyyah dari istana-istana mereka. Ia menunggu sampai raja mereka wafat, baru kemudian anggota keluarganya diantar ke tempat pengasingan mereka. Gerbang kota tempat benteng istana dibuka untuk umum. Rakyat dibolehkan tinggal di kawasan yang dahulunya khusus untuk para bangsawan Bani Fatimiyyah. Di Kairo, ia bukan hanya membangun masjid dan benteng, tapi juga sekolah, rumah-sakit dan bahkan gereja.

Shalahuddin juga dikenal sebagai orang yang saleh dan wara‘. Ia tidak pernah meninggalkan salat fardu dan gemar salat berjamaah. Bahkan ketika sakit keras pun ia tetap berpuasa, walaupun dokter menasihatinya supaya berbuka. “Aku tidak tahu bila ajal akan menemuiku,” katanya.

Shalahuddin amat dekat dan sangat dicintai oleh rakyatnya. Ia menetapkan hari Senin dan Selasa sebagai waktu tatap muka dan menerima siapa saja yang memerlukan bantuannya. Ia tidka nepotis atau pilih kasih. Pernah seorang lelaki mengadukan perihal keponakannya, Taqiyyuddin. Shalahuddin langsung memanggil anak saudaranya itu untuk dimintai keterangan.
Pernah juga suatu kali ada yang membuat tuduhan kepadanya. Walaupun tuduhan tersebut terbukti tidak berdasar sama sekali, Shalahuddin tidak marah. Ia bahkan menghadiahkan orang yang menuduhnya itu sehelai jubah dan beberapa pemberian lain. Ia memang gemar menyedekahkan apa saja yang dimilikinya dan memberikan hadiah kepada orang lain, khususnya tamu-tamunya.

Ia juga dikenal sangat lembut hati, bahkan kepada pelayannya sekalipun. Pernah ketika ia sangat kehausan dan minta dibawakan segelas air, pembantunya menyuguhkan air yang agak panas. Tanpa menunjukkan kemarahan ia terus meminumnya. Kezuhudan Shalahuddin tertuang dalam ucapannya yang selalu dikenang: “Ada orang yang baginya uang dan debu sama saja.”
Pada tahun 1192 Shalahuddin dan Richard sepakat dalam perjanjian Ramla, di mana Jerusalem tetap dikuasai Muslim dan terbuka kepada para peziarah Kristen. Setahun berikutnya Shalahuddin meninggal dunia di Damaskus setelah Richard kembali ke Inggris. Bahkan ketika rakyat membuka peti hartanya ternyata hartanya tak cukup untuk biaya pemakamannya, hartanya banyak dibagikan kepada mereka yang membutuhkannya.


Sumber :
http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/02/biografi-salahudin-al-ayubi-1138-1193-m.html
http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/shalahuddin-al-ayyubi-macan-perang-salib.htm
 
Copyright © 2014 idham info

Powered by JoJoThemes