BREAKING NEWS

Comments

Wednesday, January 7, 2015

Penuh Misteri Siapa Dia dan Saya


Dia seperti Jenny Istrinya Marx

Embun pagi menyapa kota Jogja. Jalan Solo sepi oleh hiruk-pikuk kendaraan. Sambil melamun, berkeinginan untuk menulis sesuatu yang tidak pernah lekang oleh waktu. Apakah itu ?

Jawabannya siapa lagi Sang Dewi pemerhati diri seorang Vanguard yang selalu setia mengidentifikasi Vanguard lagi berbuat apa ? sudah makan ? sudah tidur ? jangan begadang yea. Hemz, rasanya dunia sosok ibu yang begitu jauh dari jarakku yakni di pulau Sumatra. Sekarang mendapatkan sosok pengganti sosok apa yea lebih pasnya ? Kuturuti saja kata-katanya kita jalani saja dulu. 

Memang dunia untuk saat ini lagi diterpa bencana dan pemarjinalisasian manusia atas manusia ada dimana-dimana. Tapi, mengapa ada situasi yang berbeda Antara Saya dan Dia. Mungkin legalitas perasaan kedua Sijoli yang belum sempat dipersatukan tersebut apakah memang sama alias punya prinsip kehidupan yang sama ?

Ada Statement yang sulit untukku lupa :

“Sekarang aja aku udah rasain Sona ada didekatku”

Seandainya dia itu benar-benar ada mungkin dunia tidak lagi-lagi berfatamorgana. Tapi, lagi dan lagi saya penasaran Siapa Dia ? Apapun alasannya berbuat yang terbaik untuknya adalah solusi yang konkrit sekalipun belum bisa bertemu secara fakta.

Mau kamu sudah berangkat kerja atau belum dan aku mau berangkat ngampus sedikitpun tidak pernah terlintas Antara aku dan kamu untuk saling lupa yang ada hanyalah saling sapa. Kesemuanya itu dimungkinkan karena kepolosan masing-masing internal kepribadian yang ditemukan dalam wadah fatamorgana. Woww, kejam Yeach

Berangkat atas dasar keberanian perlawanan kiyai Pangeran diponegoro Yogyakarta yang berani diasingkan demi terusirnya kolonialisasi belanda yang benar-benar menindas. Maka, untuk sementara saya akan mengidentifikasi lebih jelas siapa itu Hasanuddin sekaligus juga Arung Palakka yang kamu itu hidup dan makan bahkan bermukim didaerah perlawanan tersebut. 

Ada apa dipulau huruf K ditengah-tengah lautan pulau Jawa. Hemz, mungkin hanya ada literatur Ksatria Arung Palakka dan Sultan Hasanuddin yang dikenal oleh dunia. Dugaan itu salah bila perhatianmu seperti perwayangan legenda Mahadewa dan Istrinya. Yea, memang ini segelimat kata-kata pujangga biasa yang berharap dia bahagia selalu. Tanpa harus mengenal siapa anda dan saya. Kalangan kerabat dan sahabat semua tertanya-tanya siapa dia. Entahlah, pastinya dia manusia. Cuman, memang manusia yang jauh dari penglihatan dari kasat mata nan jauh disana. Apapun itu saya serahkan pada yang maha kuasa yang maha mendengar dan maha melihat. Semoga saja kata-kata mutiara dan manja selalu menjadi do’a untukmu saya dan dia. Sumatra memang luas tapi disanalah garangnya macan Sumatra. Namun, disebalik itu semua dunia sastra memang sejak dulu hingga kini hanya itu senjata yang kami punya.








Monday, January 5, 2015

Kawanku Ikher M. Ali Kamu dimanakah


27 Desember 2014 menjadi saksi bisu dilaut samudera hindia (Pantai selatan, KULONPROGO). Kala itu, sahabat yang saya kenal Ikher M Ali yang merupakan kawan seidelogi yakni Kedaulatan Rakyat (Sekber). Entahlahhh, sekiranya belum mampu saya mengurai makna apa yang harus saya katakan. Pastinya ada satu hal yang saya ingat dari kata-katamu Ikher ; "Jangan terlalu mudah menyatakan keluar dari organisasi. Dikarenakan sumpah kader Sekber itu Sakral". Statement yang bagi saya dia benar-benar memiliki organisasi. Kamu Vanguard Sekber Kawan. Mohon Do'anya kawan-kawan dimanapun anda berada. Karena dia lebih dari segalanya buat kami. Sekalipun Bhatin kami menangis tapi saya masih meyakini yang Maha Kuasa akan menyayangimu lebih dari atas segalanya. Amien Ya Rabb


Statement yang inspiratif pernah ia tulis :

"Tanah mestinya untuk menanam, sebab hidup tak hanya hari ini, 
jika sawah di ratakan, rimbun semak pohon di rubuhkan, !!
apa yang kita harap dari cerobong asap Besi,,,???"

29 Januari 2014
Ikher M. Ali


"Pengemis Tua"

Kerasnya hidup ini, dan memang sangat keras, jahatnya negri ini, dan memang sangat jahat, mungkin ini adalah kata yang tepat untuk membuka isi dari pada hati pengemis tua ini,

apa yang mampu dia lakukan dengan keadannya ini, dia terlihat lemah, kulitnya yang keriput, rambutnya yang memutih karna usia, pakaiannya yang tampak usang, masikah orang-orang mengatakan dia pemalas, ?
adakah orang yang memberikan dia pekerjaan, ?
apakah masih ada kekuatan untuk dia melakukan pekerjaan, ?


Masih banyak sekali pertanyaan semacam ini dan jawabannya masih tetap sama, 'tidak. tetapi dengan lancangnya pemerintah mengatakan 'menolong bukan berarti memberi recehan',,
lalu dengan apa kita menolong mereka?? 


Apakah dengan do'a?? dia tidak membutuhkan do'a dari kita, kita bisa membayangkan sudah berapa juta kali dia berdo'a, dan selama itu do'anya tidak berarti sama sekali, dia trlihat lelah, kemana lagi dia berpijak, di tengah kelelahannya hanya ada satu hal yang akan membuat dia keliatan segar kembali, setelah menerima 1 koin dari orang" yang memberikan, di wajahnya akan terukir beribu terima kasih, yang harus di sadari oleh kita semua, apakah ada orang yang brcita-cita menjadi pengemis,?? sekali lagi jawabannya tidak. dia tampak menunggu kedatangan kita untuk membantunya, adakah yang rela menunggu dia mati di jalanan,, tetesan air matanya sudah berjuta bahkan miliaran sudah membasahi jalanan tempat ia berpijak, tak ada orang yang dapat menghapus jalanan yang di banjiri air mata karna tangisan hati, kita adalah jawaban dari perntanyaan, mengapa, dimana, dan bagaimana, kepada siapa kini mereka dia dan aku atau kami harus percaya lagi, ketika masyarakat, pemerintah maupun kita sebagai jiwa muda ini melupakan hal yang dinamakan moral kehidupan "SAMPAI KAPAN MEREKA AKAN HIDUP DALAM DUNIA YANG PENUH FANTASI KEBOHONGAN INI" .

1 Januari 2014
Ikher M.Ali


"Harusnya rakyat menghormati anggota DPR karna mereka sudah benar-benar mewakili rakyat, contohnya :
*Rakyat ingin kaya,sudah mereka wakilkan
*Rakyat ingin kendaraan mewah,sudah mereka wakilkan
*Rakyat ingin keluar negeri, sudah mereka wakilkan
*Rakyat ingin rumah mewah, sudah mereka wakilkan
*Rakyat ingin gaji tinggi, sudah mereka wakilkan
Apa lagi yang diinginkan rakyat yang belum mereka wakili....???"


5 November 2013
Ikher M.Ali

Ikher M. Ali


"Senyuman bunga jalanan tak lagi terlihat seperti biasanya,, 

dari abu merapi yang menutup senyuman keindahan bunga-bunga

kini terlihat sudah usia dunia yang tampaknya mulai mendeketi hari pembalasan,,
semuanya terlihat tua ktika berkolaborasi dengan warna abu,
alam sekitarnya seperti memikul tangisan dari kesalahan manusia.
huhh,, sesuatu akan terjadi..!!"


16 Februari 2014 
Ikher M.Ali




Friday, December 12, 2014

Biografy TEXAS


Austin adalah ibu kota negara bagian Texas. Kota ini terletak di bagian tengah Texas di daerah yang dikenal sebagai bukit Texas. Populasi Austin meningkat secara substansial selama tahun-tahun terakhir di abad ke-20. Namun, dibandingkan dengan kota-kota terbesar di negara bagian Texas, Houston dan Dallas, Austin relatif kecil. Populasi Austin adalah 842.592 jiwa. Wilayah metropolitan Austin tersebar di lima county; mencakup wilayah seluas lebih dari 10.878 kilometer persegi.


Para pemukim pertama Austin adalah misionaris yang berusaha mengkonversi agama penduduk asli Amerika ke Katolik Roma. Pada tahun 1730, para misionaris Fransiskan mendirikan tiga misi temporer. Lebih dari satu abad kemudian, pada tahun 1838, lima keluarga menetap di situs kota ini dan menamainya Waterloo. Pada tahun 1839, ketika Waterloo menjadi ibukota permanen Republik Texas, namanya diubah menjadi Austin untuk menghormati Stephen F. Austin, yang dianggap sebagai “Bapak Texas.”


Austin tumbuh pesat. Populasinya meningkat dari 629 orang pada tahun 1850 menjadi 3.500 orang sepuluh tahun kemudian. Kereta api berkontribusi terhadap pertumbuhan Austin setelah Perang Sipil. Selama Perang Dunia II, pembangunan beberapa pangkalan militer dekat kota mendorong pertambahan penduduk secara signifikan.

Sepanjang sejarah Austin, ekonomi kota ini bergantung pada pemerintah negara bagian dan federal, serta lembaga pendidikan seperti University of Texas. Austin memiliki industri teknologi besar. Meskipun kota ini dipengaruhi oleh krisis ekonomi nasional yang dimulai pada tahun 2008, namun dampaknya tidak separah bagian-bagian lain di AS. Secara umum, sinyal ekonomi bercampur. Industri konstruksi dan telekomunikasi turun, tetapi industri jasa, seperti perawatan kesehatan, menyediakan lapangan kerja yang luas. Whole Foods Market, perusahaan produk makanan alami dan organik terkemuka, memiliki kantor pusat di Austin.

Austin memiliki banyak tempat menarik. State Capitol Building, didirikan antara tahun 1882 dan 1888, merupakan destinasi favorit wisatawan. Ketika Texas memutuskan untuk membangun gedung kapitol itu, Texas hanya memiliki sedikit uang, sehingga mereka menjual tanah negara bagian. Sebanyak 1,2 juta hektar tanah, tersebar di 10 area county, dijual ke kelompok pengusaha Chicago. Mereka menciptakan XIT Ranch, yang merupakan singkatan dari “Ten in Texas.” Uang dari perdagangan itu digunakan untuk membangun gedung kapitol negara bagian terbesar di AS. Gedung ini bersaing dengan U.S. Capitol di Washington, D.C. dalam hal ukuran. Batu granit merah sunset digali di Burnet County oleh para tahanan dan buruh imigran. Gedung kapitol ini telah ditetapkan sebagai bangunan bersejarah nasional; lalu diperluas dan direstorasi selama tahun 1990-an.

Bagi pecinta dance dan musik, Austin menawarkan balet, opera, dan simfoni serta rock ‘n’ roll, blues, jazz, dan country and western (C&W). Austin City Limits, sebuah acara televisi C&W, menampilkan pertunjukan musik live oleh penampil C&W populer. Acara ini telah melahirkan festival musik tahunan Austin City Limits.
Selain University of Texas, Austin memiliki beberapa lembaga pendidikan lainnya, seperti Austin Presbyterian Theological Seminary dan St. Edward’s University. Kota ini memiliki banyak museum dan perpustakaan, di antaranya adalah Elisabet Ney Museum, yang merupakan tempat patung Stephen Austin dan Sam Houston berdiri. Austin juga merupakan situs dari Lyndon Baines Johnson Library and Museum yang berisi makalah, kenang-kenangan, dan kaset video dari kehidupan dan karir Presiden Johnson.

Yang unik lainnya dari Austin adalah populasi kelelawarnya. Setiap malam, sejumlah besar kelelawar Meksiko Berekor Bebas (Tadarida brasiliensis) terbang keluar dari bawah Congress Avenue Bridge dan melahap ribuan pon serangga. Kelelawar telah menjadi atraksi wisata yang populer di Austin.

Sumber : http://kembangpete.com/2014/08/03/fakta-dan-sejarah-kota-austin-texas/

Wednesday, December 10, 2014

ANGGI HJ


Selalu, selalu dan selalu ANGGI HJ"

Entah apa yang kubayangkan saat ini selain berfatamorgana akan keberadaan dirimu yang jauh disana. Disela-sela negara yang menurutku enggan bicara mengenai Kedaulatan Rakyat. Diwaktu yang sama engkau hadir ditengah-tengah kesibukanku yang bergelimang semangat berorganisasi dan mengorganisir Massa. Berawal pembicaraan bicara lepas namun kemudian berujung membuka tabir hati dan perasaan yang sekiranya bagiku wajar mungkin baru saling kenal. Antara sahabatmu yang keberadaannya diyogyakarta serta ANGGI HJ yang posisinya di Makassar. 


Kukenal kota Makassar merupakan kota yang banyak melahirkan kekuatan gerakan mahasiswa yang militan dan progressif. Namun, perkiraanku salah disebalik sudut kekuatan perlawanan di Makassar menyelinap sosok malaikat yang mampu memberikan kekuatan motivasi dan semangat juang yang luar biasa perhatiannya. Lagi-lagi itu kamu ANGGI HJ yang seharusnya semua orang berbangga hati bila mampu berdampinganmu. 


Sebagai seorang pujangga yang hanya berbekal harapan hanya mampu merasakan dari sisi kejauhan yang terkadang merasa tersiksa bathin. Mengapa aku mengenalmu harus ada batas hambatan yaitu JARAK ANTAR PULAU. Kepengen protes, Namun tidak ada tempat untuk melampiaskannya.


Apapun yang terjadi saya hanya bisa mengatakan bahwa dari voice dan tulisanmu yang walaupun hanya sekedar BBman saja. Saya merasa itu sudah menggambarkan sisi kasih-sayangmu yang seharusnya saya bangga bisa mengenal dirimu lebih dekat. Walaupun entah kapan aku dan kamu bisa bertemu. Mudah-mudahan saja dilain waktu Allah SWT akan mempertemukan kita dalam satu titik yang kemudian menjadikan saksi bahwa manusia memiliki hati nurani yang sama yaitu dia memiliki hak untuk dicintai dan dikasihi.

Sejujurnya kumerasa kedekatan yang selama ini yang dirasakan melebihi rasa romantis yang tapal-batas. Seolah-olah tanpa ada batas yang menjadi hambatan atas apa yang kurasa merasa lebih dari apapun sewajarnya seorang menjalin hubungan.


Hanya kepada yang Maha Kuasa seorang demonstran berharap semoga suatu saat pintu akan terbuka dari atas apa yang dipenasarankan “Bismillah”.


Satu kata saja buat ANGGI HJ jangan pernah bosan yea dengan nuansa canda dan senyum yang seolah-olah dibuat oleh seorang SONA. Karena tujuannya hanya menginginkan ANGGI HJ tidak pernah lepas dari kebahagiaan dan toleransi dengan sikap kedewasaan yang nantinya memberikan sejuta senyum dan persahabatan yang berujung rasa kasih dan cinta. Makassar Aku Menunggu ?

Bulan dan Bintang bisa saja bertabur dilangit dengan menciptakan sebuah keindahan yang terang benderang. Sebaliknya SONA kan selalu bersedia menghiburmu setiap langkah dimanapun kakimu menginjak dibumi ataupun pulau (Makassar). Selagi negara INDONESIA sebangsa dan setanah air maka selama itu pula tidak akan pernah ada yang melarang kita untuk tetap melakukan bersillaturrahmi. Sekalipun Sumatra-Jawa- hingga ke kota Makassar.

Sistem yang berani menelantarkan jutaan Massa Rakyat. Maka, disaat itulah kemerdekaan kudirenggut oleh situasi fakta yang itu benar-benar aku mati dalam dunia Fantasy. By Vanguard Rebellion

Monday, December 1, 2014

Sumber & Subyek Hukum Internasional

2. A. Sumber-sumber Hukum Internasional 

Perkataan sumber hukum dipakai dalam beberapa arti yaitu Pertama, kata sumber hukum dipakai dalam arti dasar berlakunya hukum. Dalam arti yang dipersoalkan ialah apa sebabnya hukum itu mengikat ? Sumber hukum dalam arti ini dinamakan sumber hukum dalam arti material karena menyelidiki masalah : apakah yang pada hakekatnya menjadi dasar kekuatan mengikat hukum dalam hal ini hukum internasional. Kedua, kata sumber hukum ialah sumber hukum dalam arti formal yang memberi jawaban kepada pertanyaan : dimanakah kita mendapatkan ketentuan hukum yang dapat diterapkan sebagai kaidah dalam satu persoalan yang konkrit (Kepustakaan Hukum Internasional Inggris istilah sumber hukum dalam arti material (material sources) digunakan dalam arti yang justru sebaliknya). Namun, ada kalanya sumber hukum dipergunakan juga dalam arti lain yaitu : kekuatan factor atau apakah politis, kemasyarakaatan, ekonomis, tekhnis, dan psikologis. Kemudian akan membantu dalam pembentukan hukum sebagaai suatu bentuk perwujudan atau gejala social dalam kehidupan masyarakat manusia. Istilah lain dikatakan sumber hukum dimaknakan meneliti faktoc kausal atau penyebab yang turut membantu dalam pembentukan suatu kaidah. Persoalan ini lebih terletak dalam bidang luar ilmu hukum (esktra yuridis). Sebagaimana juga masalah sumber hukum material merupakan soal ekstra yuridis yakni pada hakekatnya merupakan persoalan falsafah. Bagi seorang yang belajar hukum positif yaitu hukum yang berlaku seperti misalnya mahasiswa fakultas hukum atau seorang pengacara atau pejabat diplomatic, yang terpenting diantara tiga arti kata sumber hukum diatas adalah sumber hukum dalam arti formal. Kajian sumber hukum Internasional biasanya Mahkamah Internasional akan mempergunakan :

1) Perjanjian Internasional, baik yang bersifat umum maupun khusus, yang mengandung ketentuan hukum yang diakui secara tegas oleh negara-negara yang bersengketa. Perjanjian internasional adalah perjanjian yang diadakan antara anggota masyarakat bangsa-bangsa dan bertujuan untuk mengakibatkan akibat hukum tertentu. Biasanya perjanjian itu harus dilakukan oleh subyek hukum internasional yang menjadi anggota masyarakat internasional. Misalnya perjanjian antara negara dengan organisasi internasional (antara Amerika Serikat dengan PBB mengenai status hukum tempat kedudukan tetap PBB di Newyork) atau perjanjian antara suatu organisasi internasional dengan organisasi internasional lainnya. Salah satunya perjanjian yang diadakan antara Takhta Suci dengan negara-negara. Walaupun yang diatur dalam perjanjian itu semata-mata urusan gereja dan bukan urusan kenegaraan. Namun, Takhta Suci merupakan subyek hukum yang diakui dalam hukum internasional.

2) Kebiasaan Internasional, sebagai bukti dari suatu kebiasaan umum yang telah diterima sebagai hukum. Dikatakan “Internasional custom, as evidence of a general practice accepted as law”. Kebiasaan internasional adalah kebiasaan internasional yang merupakan kebiasaan umum yang diterima sebagai hukum. Serta, unsur-unsurnya harus terdapat suatu kebiasaan yang bersifat umum dan kebiasaan itu harus diterima sebagai hukum. Namun, kapankah dapat dikatakan kebiasaan internasional itu merupakan satu kebiasaan umum ?Pertama, perlu adanya satu kebiasaan dimana pola tindak yang berlangsung lama kemudian menjadi serangkaian tindakan yang serupa mengenai hal dan keadaan yang serupa pula.Kedua, kebiasaan atau pola tindak yang merupakan serangkaian tindakan yang serupa mengenai hal dan keadaan yang serupa diatas harus bersifat umum dan bertalian dengan hubungan internasional. Hanya apabila unsur-unsur tersebut diatas dipenuhi dan dapat dikatakan sebagai kebiasaan internasional yang bersifat umum. Berikutnya yaitu unsur psikologis yang menghendaki bahwa kebiasaan internasional dirasakan memenuhi suruhan kaidah atau kewajiban hukum, atau seperti dikatakan dalam Bahasa Latin “opinio juris sive necessitates”. Contoh kebiasaan internasional dalam hukum perang. Penggunaan bendera putih sebagai bendera parlementer digunakan sebagai bendera yang memberikan perlindungan kepada utusan yang dikirim untuk mengadakan hubungan dengan pihak musuh. Kemudian mengapa itu bisa dikatakan sebagai kebiasaan internasional dikarenakan memang dimasa lampau diterima sebagai sesuai dengan hukum dimasa itu. Namun, karena mahkamah internasional seringkali melakukan perubahan. Maka, bisa juga dikatakan bahwa perjanjian internasional yang berulangkali diadakan mengenai hal yang sama dapat menimbulkan suatu kebiasaan dan menciptakan lembaga hukum melalui proses hukum kebiasaan internasional. 

3) Prinsip hukum umum yang diakui oleh bangsa-bangsa,dalam catatan Piagam Mahkamah Internasional pasal 38 ayat 1 menyatakan “Asas hukum umum yang diakui oleh bangsa-bangsa yang beradab”. Asas hukum umum ialah asas hukum yang mendasari system hukum modern. Hukum modern ialah system hukum yang positif yang didasarkan atas asas dan lembaga hukum Romawi. Sebagai akibat kenyataan sejarah bahwa sejak zaman kejayaan imperialisme dan kolonialisme negara-negara Eropa Barat sebagai negara maritim dan niaga yang besar telah menjelajahi (menjajah) sebagian besar permukaan bumi. Maka, asas dan lembaga hukum tersebut diatas telah menyebar keseluruh penjuru dunia. Walaupun cara penerimaan asas dan lembaga hukum negara barat oleh berbagai bangsa didunia berlainan. Namun, tidaklah terlalu salah untuk mengatakan bahwa banyak asas dan lembaga hukum yang berasal dari negara-negara barat dan didasarkan atas asas dan lembaga hukum Romawi telah diterima secara umum oleh bangsa-bangsa didunia dewasa ini.

4) Keputusan pengadilan dan ajaran para sarjana yang paling terkemuka dari berbagai negara, sebagai sumber tambahan bagi menetapkan kaidah hukum maka Keputusan pengadilan Mahkamah Internasional tidak dikenal asas keputusan pengadilan yang mengikat (rule of binding precedent). Tertera dalam pasal 59 yang mengatakan bahwa “The decision of the court has no binding force except between the parties and in respect of that particular case”. Walaupun keputusan pengadilan internasional tidak memiliki kekuatan yang mengikat. Namun, keputusan Mahkamah Internasional bersifat permanent (Permanent Court of International justice), Mahkamah Internasional (International Court of justice), Mahkamah Arbitrase Permanen (Permanent Court of Arbitration) yang memiliki kekuatan besar dalam hukum internasonal. Sedangkan mengenai sumber hukum tambahan yang berikutnya ajaran para sarjana hukum terkemuka dapat dikatakan bahwa penelitian dan tulisan yang dilakukan oleh para sarjana terkemuka sering dapat dipakai sebagai pegangan atau pedoman untuk menemukan apa yang menjadi hukum internasional. 

5) Keputusan badan perlengkapan (organs) organisasi dan lembaga internasional, belakangan memang pertumbuhan lembaga dan organisasi internasional dalam belakangan telah mengakibatkan timbulnya berbagai keputusan baik dari badan legislative, eksekutif, dan yudikatif. Adanya organisasi internasional itu tidak bisa diabaikan dalam suatu pembahasan tentang sumber hukum internasional. Walaupun keputusan demikian belum dapat dikatakan meruapakan sumber hukum internasional dalam arti yang sesungguhnya.

B. Subyek Hukum Internasional

Ada beberapa teoritis yang menyatakan bahwa Subyek Hukum Internasional sebenarnya hanyalah Negara. Dimana perjanjian internasional misalnya konvensi-konvensi Palang Merah tahun 1949 (Nama resminya adalah konvensi-konvensi Jenewa tahun 1949 tentang perlindungan korban perang). Memberikan hak dan kewajiban tertentu. Maka, hak dan kewajiban itu diberikan konvensi secara tidak langsung kepada orang-perorangan (individu) melalui negaranya yang menjadi konvensi itu. Melalui konstruksi demikian, maka banyak keadaan dan peristiwa dimana individu menjadi subyek hukum internasional berdasarkan suatu konvensi dapat dikembalikan pada negaranya yang menjadi peserta konvensi yang bersangkutan. Ada teori yang lain juga mengatakan subyek hukum internasional kebalikannya bahwa sebenarnya individu merupakan subyek hukum yang sesungguhnya dari hukum internasional. Karena dalam analisa terakhir individullah yang merupakan subyek segala hukum nasional maupun internasional. Menurut teori ini dikemukakan oleh Kelsen dalam bukunya principles of international law dengan logika dan analisa yang sukar dibantah. Apa yang dinamakan hak dan kewajiban negara sebenarnya adalah hak dan kewajiban semua manusia yang merupakan anggota pandangan teori Kelsen ini negara tidak lain dari suatu konstruksi yuridis yang tidak akan mungkin tanpa manusia-manusia anggota masyarakat itu. Berbeda halnya dengan suatu pendekatan praktis yang berpangkal tolak pada kenyataan yang ada. Baik kenyataan mengenai keadaan masyarakat internasional pada masa sekarang maupun hukum yang mengaturnya. Fakta atau kenyataan yang ada bisa timbul karena sejarah atau karena desakan kebutuhan perkembangan masyarakat hukum internasional atau apabila ia merupakan suatu fakta hukum bisa juga ada karena memang diadakan oleh hukum sendiri. Dalam arti yang sebenarnya memang subyek hukum internasional adalah pemegang (segala) hak dan kewajiban menurut hukum internasional. Artinya negaralah yang merupakan subyek hukum internasional. Namun, diantara dua kutub yang ekstrim ini terdapat pelbagai macam subyek hukum internasional yang memperoleh kedudukannya berdasarkan hukum internasional yang memperoleh kedudukannya berdasarkan hukum kebiasaan internasional karena perkembangan sejarah. Bagi pengamatan secara hukum positif tidak menjadi soal apa yang menjadi sumber hukum dari hak kewajiban itu. Apabila kita melihat persoalan secara demikian maka hukum internasional mengenal subyek hukum internasional sebagai berikut :

1) Negara : Negara bisa dikatakan subyek hukum internasional dikarenakan memang masih ada yang beranggapan bahwa hukum internasional itu pada hakekatnya adalah hukum antarnegara. Contoh dalam suatu negara federal yang menjadi pengemban hak dan kewajiban subyek hukum internasional adalah pemerintah federal. Tetapi ada kalanya konstitusi federal memungkinkan negara bagian mempunyai hak dan kewajiban yang terbatas atau melakukan hal yang biasanya dilakukan oleh pemerintah federal. 

2) Tahkta Suci : Takhta Suci (Vatikan) bisa dikatakan subyek hukum internasional dikarenakan memang Tahkta suci sudah ada sejak dahulu disamping negara. Sejarah sejak zaman ketika Paus bukan hanya merupakan kepala gereja Roma. Akan tetapi memiliki pula kekuasaan duniawi. Hingga sekarang Takhta Suci mempunyai perwakilan diplomatic dibanyak ibukota negara. Kedudukannya sejajar dengan wakil diplomatic negara-negara lain.

3) Palang Merah Internasional : Palang Merah Internasioanl bisa dikatakan subyek hukum internasional dikarenakan memang sekarang secara umum diakui sebagai organisasi internasional yang memiliki kedudukan dengan ruang lingkup yang tidak terbatas. Statusnya diperkuat oleh adanya Konvensi Jenewa tahun 1949 tentang perlindungan korban perang.

4) Organisasi Internasional : Organisasi Internasional bisa dikatakan subyek hukum internasional dikarenakan memang organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Buruh Internasional (ILO) mempunyai hak dan kewajiban yang ditetapkan dalam konvensi-konvensi internasional yang merupakan semacam anggaran dasarnya. Diperkuat lagi dengan PBB membentuk Badan-badan Khusus (Specialized Agencies) seperti :

- International Telecommunications Union (ITU)
- Universal Postal Union (UPU)
- International Labor Organization (ILO)
- International Bank for Reconstruction and Development (World Bank)
- International Monetary Fund (IMF)
- Food and Agriculture Organization (FAO)
- International Civil Aviation Organization (ICAO)
- United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO)
- World Health Organization (WHO)
- World Meteorological Organization (WMO)
- International Maritime Colsultative Organization (IMCO)
- International Atomic Energy Authority (IAEA)

5) Individu : Individu bisa dikatakan subyek hukum internasional bertujuan untuk melindungi hak minoritas. Misalnya dalam memutuskan perkara menyangkut pegawai kereta api(Danzig Railway Official’cas) dalam perkara ini Mahkamah Internasional memutuskan perkara tersebut untuk melakukan perjanjian internasional yang memberikan hak tertentu kepada orang-perorangan. Maka, hak itu harus diakui dan mempunyai daya laku dalam hukum internasional. Artinya diakui oleh suatu badan peradilan internasional.

6) Pemberontak dan pihak Sengketa (belligerent) : Pemberontak dan pihak Sengketa bisa dikatakan subyek hukum internasional dikarenakan memang menurut huk perang. Pemberontak dapat memperoleh kedudukan dan hak sebagai pihak yang bersengketa dalam beberapa keadaan tertentu yaitu :

- Hak menentukan nasib sendiri
- Hak secara bebas memilih system ekonomi, politik dan social sendiri
- Hak menguasai sumber kekayaan alam dari wilayah yang didudukinya

Wednesday, November 12, 2014

Tolak Kenaikan Harga BBM

 
Sekolah bersama (SEKBER)
Tolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)

Rencana pemerintah Jokowi-JK menaikan harga bahan bakar minyak menjadi 9.500 rupiah/liter tentunya menjadi satu kebijakan yang sangat merugikan Sekaligus menambah angka kemiskinan bagi rakyat indonesia. Alasan utama pemerintah Jokowi-JK menaikan harga bahan bakar minyak karena anggran untuk subsidi BBM dinilai membebani APBN sehingga pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak dengan memangkas subsidi untuk BBM dengan mengalihkan subsidi itu ke sector infrastruktur dan lainnya. Padahal APBN untuk tahun 2014 sekitar 1800 triliun sedangkan Subsidi untuk sector migas adalah 207 triliun atau 14%, dan sisanya 86% untuk sector lainnya.

Jelas bahwa alasan-alasan semacam ini sudah menjadi alasan klasik dan sangat tidak masuk akal. rencana Kenaikan harga bahan bakar minyak BBM lebih menenjukan upaya pemerintah untuk meliberalisasi sector migas untuk kepentingan perusahan-perusahan asing dari pada mementingkan kepentingan rakyat. Hal ini di buktikan dengan gagasan liberalisasi yang dimunculkan melalui Perpres Nomor 55 sebelumnya, yang menyerahkan harga BBM pada “harga keekonomian pasar”. Jelas disini telah terjadi kesalahan pemerintah, karena lebih mengedepankan perhitungan harga pasar dunia dari pada memikirkan untuk memenuhi kebutuhan BBM bagi rakyatnya, pemerintah tidak mau berpikir bagaimana memenuhi kecukupan BBM secara mudah dan terjangkau seluruh masyarakat. Pemerintah tidak mau berpikir dan mempertimbangkan dimana naiknya harga BBM berarti kenaikkan harga-harga kebutuhan pokok lainnya. Sejak saat itu persiapan menuju liberalisasi migas di mulai, pemerintah Indonesia sudah memberi izin kepada perusahaan minyak raksasa dunia untuk melakukan ekplorasi migas, membuka SPBU dan terlibat dalam penjualan BBM. Misalkan antara lain : PT. chevron pacific indonesia (rokan PSC), mobil cepu.Ltd, British Petroleum (Amerika-Inggris), Shell (Belanda), Petro China international jabung Ltd.(RRC), Petronas (Malaysia), Chevron-Texaco (Amerika), Exxon Mobil (Amerika), Total (Perancis), PT. PHE WMO. Alhasil perusahan – perusahan asing tersebut menguasai dan mencuri minyak - minyak milik rakyat indonesia. Sedangkan rakyat indonesia dipaksa membeli minyak yang seharusnya milik mereka dan menghadapi rencana pemerintah memenaikan harga minyak yang jelas menambah penderitaan buat rakyat indonesia. Maka sudah semestinya ponolakan atas kenaikan harga BBM menjadi suatu keharusan bagi seluruh elemen masyrakat, buruh, tani nelayan, mahasiswa, kaum miskin kota dan semua pihak yang dirugikan atas kenaikan harga bahan bakar minyak. Maka dari pada itu, Kami dari sekolah bersama (SEKBER) menyatakan sikap :

1. tolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)

2. nasionalisasi semua aset – aset migas di bawah kontrol rakyat indonesia.

Sekilas tentang MC9 WTO Bali

 
Tanggal 3-6 desember 2013 kemarin, Indonesia menjadi tuan rumah bagi perhelatan bergengsi perdagangan internasional. Bali, menjadi tempat dimana Indonesia menyambut delegasi negara-negara untuk konferensi tingkat menteri (KTM) ke-9 (MC9), organisasi perdagangan dunia (WTO). Agenda utama yang menjadi targetan dalam pertemuan WTO kemarin yang disebut-sebut sebagai paket bali, memuat tiga paying besar;

1.Fasilitasi perdagangan

2.Paket pertaniaan

3.Kebijakan negara berkembang

Terkait perhelatan ini, maka posisi kritis perlu diambil terkait hal ini. Namun, sayangya, hampir seluruh kritisisme yang lalu lalang ditanah air-baik dari akademisi, aktivis, praktisi dan pemerintah keliru dalam melayangkan kritiknya. Umumnya kritisisme yang ada masih berkubang dan berkisar pada mitos tentang WTO : pertama, WTO dianggap sebagai sesuatu yang statis dan seperti dulu. kedua WTO adalah seperti zombie, suatu mayat hidup,institusi neoliberal yang terus berjalan sekalipun hampir tidak ada progress rill di lapangan tentang kesepakatan krusial. ketiga, kesiapan Indonesia dalam integrasi perdagangan global, lalu bahwa WTO mengancam kedaulatan negara, dan bahwa WTO merepresentasikan kepeentingan dan ekploitasi asing terhadap negara berkembang di selatan, ,

MC9 WTO harus diletakan dalam konteks restrukturisasi sistemik tatanan kapitalisme-neoliberal global pasca-krisis financial 2008. Dengan kata lain, setiap gerak-gerik WTO wajib dilihat sebagai upaya sistem global dalam memperbaharui dan memutahirkan sistem akumulasi profit berskala global yang sempat dihantam krisis. Studi mendalam yang dilakukan menunjukan bahwa sistem akumulasi profit yang paling dominan hari ini adalah akumulasi dari sector financial ketimbang sector rill. Sistem akumulasi ini ditopang oleh hegomoni moneter amerika yang diperolehnya dari teramat sangat-tinmgginya likuiditas kredit dalam dolar yang mengalir kesana melalui rupa-rupa produk financial (terutama derivative). Hegomoni amerika inilah yang membiayai geliat ekonomi rill (produksi dan konsumsi) global, yang salah satu implikasinya adalah yang di sebut-sebut sebagai” bangkitnya selatan”. Bangkitnya selatan, sayangnya, ada dalam scenario logis hegomoni moneter amaerika.

Krisis 2008 menyadarkan tentang betapa pentingnya ekonomi rill. Keberlangsungan dan keberlanjutan akumulasi profit di sector financial terbukti tidak dapat maju terus tanpa topangan sector rill. Sector rill inilah yang kemudian digalakan melalaui rupa-rupa kebijakan donor dan fasilitasi perdagangan. Yang mencengkam disini adalah bahwa isu pembangunanlah yang menjadi motor dalam akselerasi sector rill ini. Pembangunan yang tadinya berorientasi social, kini terkontaminasi dengan aspirasi profit jangka panjang. Akselerasi sector rill inilah yang menandai motif baru sistem perdagangan pasca-krisis: perdagangan rill digeliatkan semata-mata demi keberlangsungan sirkulasi ekonomi sector rill, sebagai semata-mata penopang keberlangsungan sistem akumulasi financial. proyek restrukturisasi pasca-krisis ini disebut sebagai perdagangan berkelanjutan.

Naiknya paradigma perdangan berkelanjutan ini simtomatik bagi suatu model perdagangan yang menumpukan dirinya pada sirkulasi ketimbang pertukaran langsung. Dalam paradigm sirkulasi ini, terdapat dua bentuk perdagangan yang terkait satu sama lain: sirkulasi barang-jasa dan sirkulasi financial. Untuk yang pertama inilah yang dikenal sebagai jejaring produksi global (GPN) dan /atau rantai nilai global(GVC). Penekanan WTO pada GPN/GVC dalam mempromosikan perdagangan internasional ini, terutama melalui program paying aid for trade, jelas menunjukan proses restrukurisasi ini. Karena Semenjak sirkulasi membutuhkan jejaring, maka kemulusan sirkulasi dalam jejaring ini yang menjadi perhatian utama WTO, yaitu untuk dihilangkan seluruh hambatanya. Tepat di sisnilah kritisisme seputar fasilitasi perdagangan semestinya dilayangkan.

Isu pertanian menjadi penting untuk disoroti bukan hanya karena ia menyangkut pangan yang dibutuhkan seluruh umat manusia, melainkan karena isu pertaniaan disini telah bertransformasi statusnya dalam paradigma sirkulasi perdaganan berkelanjutan. Pertanian merupakan sector terpenting untuk mengentaskan kemiskinan, sementara kemiskinan merupakan salah satu penghambat dalam memuluskan sirkulasi dalam jejaring produksi. Semakin banyak orang di negara berkembang sejahtera maka semakin kuatlah jejaring produksi global. Untuk tujuan inilah WTO, bersama world bank, menghimpun donor untuk proyek-proyek pembangunan pertanian dengan retorik pengentasan kemiskinan.

Untuk yang kedua, terkait sirkulasi financial, kita hanya perlu melihat aktifitas trading surat baerharga yang menggila di sentra-sentra financial, terutama di amerika serikat. Contoh paling ekstrim adalah total perdagangan derivative yang mencapai angka USS 1.160 triliun, atau 20x total GDP seluruh negara di dunia. Ini menunjukan sangat jelas bagaimana paradigma sirkulasi dalam ekonomi financial telah menjadi dominan di ekonomi hari ini. Untuk mempertahankan status qou dominasi inilah penguatan ekonomi rill digalakan. Selain GPN/GVC, proyek pembangunan global hari ini ditumpukan pada mediasi perbankan melalai rupa-rupa skema kredit, bahkan mikro kredit (yakni keuangan mikro). Demikian pula dengan donor-donor internasional, semuanya dilakukan melalui lembaga perantara yang adalah perbankan. Fenomena inilah yang disebut sebagai Finansialisasi pembangunan.

Kedua fenomena ini, yaitu GPN/GVC dan finansialisasi pembangunan, juga turut mensyaratkan suatu relasi kuasa yang mutahkir yang mampu mendisiplinkan dan menunduhkan seluruh dunia selamanya dalam sirkulasi perdagangan. Melalui GPN/GVC seluruh dunia dibuat menjadi tidak berdaya dan selamnya bergantung pada sirkuit jejaring produksi global, sehingga membuat kita berfikir bahwa apabila kita tidak berpartisipasi dalam jaringan maka, kita akan mati. Melalui financial pembangunan, seluruh dunia diletakan dalam logika hutang yang melaluinya sluruh umat manusia dibuat menjadi penghutang dan hidup untuk selamanya melunasi hutang. Masalahnya dengan demikian bukan sekedar mismanajemant dan misimplementasi pembelanjaan hutang. Melainkan lebih dalam, keberhutangan abadi ini yang membuat seluruh umat manusia menjadi terdisiplinkan untuk terus melumasi sistem ekonomi global ini yaitu kapitalisme-neoliberal.

Peran dan fungsi negara pun terut mengalami transformasi. Negara yang diyakini sebagai penyedian kesejahteraan dan keamanan rakyatnya, sebagai berada dipihak rakyat, kini dengan jelas menunjukan karakter aslinya yang sebenarnya berpihak pada pasar, pada kapitalisme. melalui program-program pembangunan, negera justru mengambil peran korporasi untuk mengembalikan nilai kerja umat manusia dalam rupa-rupa kesejahteraan. Bisa dikatakan bahwa korporasi global mengalih-dayakan tugas penyejahteraan umat manusia (sebagai pekerja) kepada negara. Bahkan melalui program-program pembangunan, sistem kapitalisme global mencoba memulihkan kedaulatan negara untuk kemudian memperkuat kapasitasnya dalam membangun masyarakatnya. Inilah mengapa cek-cok di seputar wacana “perampasan kedaulatan oleh WTO” menjadi tidak relevan dan wajib ditinjau kembali

Penataan ruang ke dalam jejaring yang dihidupkan melalui gelontor financial inilah yang turut mengubah imajinasi geopolitik global. Dunia, kini dilihat sebagai terhubung, terjejaring, dan terkoneksi. Setiap diskoneksi akan segera dilihat menjadi ancaman, dan akan segera “diamankan” oleh polisi-polisi dunia. Imajinasi ruang-terjejaring ini dengan demikian memiliki aspirasi kemaharajaan (imperial) semenjak ia berusaha memasukan seluruh dunia ke dalam jejaring, dengan cara apapun (persuasi maupun koersi) dengan jargon apapun (demokrasi maupun kontra-teror).

Pengaturan kuasa ini, yang cenderung berwajah garang, perlu ditopengi dengan wajah universal. Untuk inilah peran desain institusi dan legal WTO diarahkan. Desain plurilateralisme WTO, yang memungkinkan kesepakatan parsial untuk dihalankan tanpa harus menunggu seluruh anggota menyepakati, harus dilihat sebgai upaya untuk memastikan jejaring produksi berjalan tanpa hambatan-hambatan proteksionisme. Demikian pula aturan terkait badan penyelesaian sengketa memuat banyak klausul ambigu, merupakan jalan yang disediakan secara legal untuk sewaktu-waktu, jika diperlukan, member jalan masuk bagi negara-negara kuat untuk memutuskan melalui rupa-rupa pengecalian.

 
Copyright © 2014 idham info

Powered by JoJoThemes