BREAKING NEWS

Comments

Wednesday, January 22, 2014

Bertani atau Mati, "Lawan Perusahaan Tambang"


Hari demi hari…
Petani menjadi serba salah…
Serba kalah…
Dan serba tidak memiliki hak…

Hak atas kemerdekaan hidup…
Hak atas tempat tinggal…
Serta hak untuk bercocok tanam…
Namun, ketika alat traktor itu datang,
Mereka resah, didera begitu banyak pertanyaan…
Apakah, seorang Tani diharuskan menjadi orang yang terbelakang, termarjinalisasikan, serta teralienalisasikan oleh kemerdekaan penguasaan lahan.

Ternyata,
Mulut mereka dibungkam,
Kekritisan mereka dipenjarakan,
Serta, kaki dan tangan mereka dipasung…
Tanpa ada kejelasan Hak Asasi Kemanusiaan.

Memang,
Seorang Tani sekolahnya dilahan,
Cangkul dan parang dijadikan tombak pengetahuan.
Tapi, ketika perusahaan tambang itu datang…
Itulah awal matinya keadilan kerakyatan…

Ini bukanlah takdir kawan…
Maupun takaran rezeki yang harus diempu oleh kaum Tani.
Namun, inilah ketertindasan manusia atas manusia yang masih berlaku.
Jika, penggusuran lahan, pendiskriminalisasian, dan pemiskinan masih ada dibumi pertiwi dan seantero…

350 tahun kita dijajah oleh colonial Belanda,
Tiga setengah tahun kita dipaksa bekerja di Romusha Jepang,
Kemudian hari, kita masih dibelenggu oleh kekuatan perang perusahaan tambang…
Yang terus mengekspansi, mengeksploitasi, dan memprivatisasi lahan yang seharusnya dimiliki oleh kaum Tani dan anak negeri.

Alam dicemari,
Gunung diledaki,
HAM dikebiri,
Hukum dimata mereka, hanyalah sebuah mimpi,
Mimpi yang termanifestasi untuk kepentingan penguasa dan pemilik modal ujung negeri.

Lalu, kaum Tani milik siapa ?
Dimana mereka harus mengadu ?
Siapa yang harus melindungi mereka ?

Lagi-lagi rakyat dijadikan Boneka…
Boneka mati yang tak bernyawa…
Turun kejalan adalah menjadi jawaban.
Walaupun, tameng dan senjata telah dipersiapkan menghadang…
Segera mencabut nyawa-nyawa manusia yang tidak berdosa.

Jika ditanya siapa yang harus bertanggung jawab atas tambang Kulon Progo ?
Lapindo ? Diskriminasi Petani Kebumen ? Sertifikat Hak atas Tanah di Banjarnegara ?
Semuanya…Relaksasinya hanya nihil, mustahil kemerdekaan alat produksi yang dikuasai oleh perusahaan tambang mampu mendatangkan kalimat “sejahtera” bagi kaum Tani.

Lagi-lagi…
Lawan dan lawan adalah studi konkrit,
Mengintensifitaskan identitas perlawanan kaum Tani terhadap tambang.
Agar, tambang tidak merajalela, mengikis, dan membunuh kehidupan sekian juta umat manusia dimuka bumi………………

------------------------------------------------------------------------
“Hidup Rakyat…
Bertani atau Mati
Hidup Rakyat yang anti tambang”
--------------------------------------------------------------------------------

Selagi, penindasan membunuh keberadaan Kedaulatan Rakyat.
Maka, selama bulu kudukku berdiri…
Bukan, berarti takut. Tapi, rela menyerahkan nyawa dan jatidiri mengabdi meluluhlantahkan
Perlawanan. Kirimkan rudal suara “LAWAN” Tambang yang membunuh dan menindas.
(kalimat sejati Vanguard Kedaulatan Rakyat)

=====19 Januari 2014, dibaca di Nol Kilemeter. Solidaritas Mahasiswa Yogyakarta menolak Tambang===




Post a Comment

 
Copyright © 2014 idham info

Powered by JoJoThemes